ManadoPost.id - Selat Malaka memegang peranan vital bagi kedaulatan dan kepentingan ekonomi Indonesia. Lebih dari 90.000 kapal melintas setiap tahun, membawa lebih dari sepertiga total perdagangan global. Kawasan perairan ini tidak hanya krusial bagi perdagangan internasional, tetapi juga menjadi jantung maritim dalam visi Poros Maritim Dunia yang digagas pemerintah Indonesia.
Ancaman di Selat Malaka meliputi perompakan, penyelundupan, penangkapan ikan ilegal (IUU fishing), dan perdagangan ilegal yang merugikan negara-negara pesisir dan mengancam stabilitas ekonomi global. Kerugian akibat IUU fishing mencapai US milyar per tahun bagi Indonesia.
Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014-2019), Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam strategi keamanan maritim di Selat Malaka. Upaya ini mencakup pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta peningkatan kesadaran domain maritim dan operasi laut.
Salah satu inisiatif kunci adalah kerjasama Malacca Straits Patrol (MSP) yang dibentuk pada tahun 2004 oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kerjasama ini melibatkan patroli laut dan udara bersama, pertukaran informasi intelijen, serta pengawasan menggunakan teknologi canggih.
Keberhasilan MSP telah diakui secara internasional dalam mengurangi ancaman maritim dan meningkatkan stabilitas kawasan Selat Malaka.
Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjaga keamanan maritim. Keterbatasan teknologi, kendala anggaran pertahanan, dan koordinasi yang terfragmentasi antar lembaga maritim nasional menjadi hambatan yang perlu diatasi.
Visi Poros Maritim Dunia memberikan momentum strategis bagi penguatan keamanan maritim Indonesia, tidak hanya mencakup aspek pertahanan dan penegakan hukum, tetapi juga dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Keamanan maritim yang efektif di Selat Malaka berkorelasi langsung dengan peningkatan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui jaminan keamanan jalur perdagangan.
Dengan demikian, menjaga keamanan dan kedaulatan di Selat Malaka tetap menjadi pilar fundamental bagi Indonesia untuk mengoptimalkan posisi geopolitik dan geostrategisnya.
Editor : ALengkong