Laksma TNI Dr Steven Toar Sambouw Pimpin Kerukunan Keluarga Tombulu, Tekankan Rukun sebagai Fondasi Organisasi
Filip Kapantow• Rabu, 6 Mei 2026 | 17:17 WIB
Laksamana Pertama TNI AL Dr Steven Toar Sambouw
MANADOPOST.ID — Laksamana Pertama TNI AL Dr Steven Toar Sambouw resmi dipercaya sebagai Ketua Umum Kerukunan Kawanua Tombulu (K2-Tombulu).
Dalam kepemimpinannya, ia menegaskan bahwa hal paling mendasar dalam organisasi bukan sekadar program atau kegiatan, melainkan kerukunan.
“Walaupun punya modal finansial atau aset sebesar apa pun, organisasi bisa punah jika tidak ada kerukunan,” kata Sambouw yang saat ini dipercaya memangku jabatan Direktur Strategi Keamanan Laut, Bakamla RI.
Ia mengungkapkan, dirinya awalnya didatangi tim pembentukan K2-Tombulu yang menginginkan adanya wadah untuk menyatukan masyarakat Tombulu. Kerinduan akan organisasi tersebut menjadi alasan utama pembentukan. “Saya diminta untuk jadi Ketua Umum. Tujuannya membangun organisasi untuk menyatukan orang Tombulu,” ujarnya.
Sambouw kemudian menyetujui permintaan tersebut dengan satu catatan penting, yakni nama organisasi harus mencerminkan nilai dasar yang ingin dibangun. “Saya setujui dengan catatan namanya harus Kerukunan Kawanua Tombulu. Harus ada kata ‘kerukunan’ agar kita ingat fondasi utama kita,” katanya.
Dalam memimpin K2-Tombulu, ia mengaku tidak ingin menjalankan organisasi secara konvensional. Ia menolak pola kegiatan yang hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata. “Saya tidak ingin business as usual, sekadar kumpul, makan, lalu pulang. Itu wasting time,” tegasnya.
Ia mengedepankan pendekatan kepemimpinan transformasional, dengan tetap menjaga prinsip demokratis dan skala prioritas. Menurutnya, organisasi harus mampu menghasilkan sesuatu yang konkret dan berkelanjutan. “Sasarannya bukan hanya sebagai wadah, tapi juga meninggalkan legacy untuk anak cucu,” ujarnya.
Salah satu program yang akan didorong adalah pendataan masyarakat Tombulu, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Data tersebut akan mencakup usia produktif, tingkat pengangguran, kelompok lansia, serta kompetensi yang dimiliki dengan basis identitas resmi. “Pendataan harus jelas. Dengan begitu, kita tahu harus menghubungkan mereka ke mana,” katanya.
Selain itu, K2-Tombulu juga akan fokus pada pembinaan dan pengkaderan generasi muda. Sambouw menilai, peningkatan kapasitas generasi muda harus diikuti dengan penciptaan peluang ekonomi, termasuk di sektor digital. “Minimal harus ada penghidupan, salah satunya melalui ekonomi digital,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat di daerah asal, khususnya di Sulawesi Utara. “Kita tidak boleh lupa asal. Orang-orang di Sulut, khususnya Tombulu, harus ikut dibantu,” katanya.
Dalam menjalankan program, K2-Tombulu akan membuka ruang kolaborasi, baik dengan pemerintah maupun dengan DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), terutama dalam pemetaan kompetensi sumber daya manusia. “Kita ingin data kompetensi itu bisa dipertemukan dengan kebutuhan, supaya bisa disalurkan,” ujarnya.
Pengukuhan pengurus K2-Tombulu dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 di Restoran Golden Leaf Kelapa Gading, dirangkaikan dengan perayaan Paskah. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat Tombulu dan peserta yang hadir tidak dipungut biaya alias gratis. Setelah itu, agenda akan dilanjutkan dengan rapat kerja nasional untuk menyusun program organisasi.
Putra Sulawesi Utara berdarah Tombulu serta memiliki garis keturunan Tonsea dari orang tuanya ini menambahkan, kepengurusan K2-Tombulu akan melibatkan berbagai kalangan, lintas profesi, dan generasi.
Menurutnya, jumlah masyarakat Tombulu, baik di daerah maupun di perantauan, mencapai ribuan. Potensi tersebut perlu dikelola dengan baik melalui organisasi yang solid, termasuk dalam pelestarian budaya Minahasa, khususnya Tombulu. “Saya ingin merangkul semua orang Tombulu, baik yang di daerah, di perantauan, maupun simpatisan,” katanya.
Ia berharap K2-Tombulu dapat menjadi organisasi yang berbeda, tidak hanya sebagai wadah kebersamaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata. “Karena itu, saya berharap organisasi ini bisa abadi,” kuncinya. (mpd)