MANADOPOST.ID - Kerukunan Kawanua Tombulu (K2-Tombulu) resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Restoran Golden Leaf, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (10/5).
Kegiatan diawali dengan Ibadah Paskah bersama keluarga besar K2-Tombulu, dilanjutkan dengan puji-pujian yang dibawakan para Kawanua Tombulu di Jakarta. Setelah itu, acara memasuki prosesi pengukuhan pengurus organisasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum K2-Tombulu Laksamana Pertama TNI AL Dr. Steven Toar Sambouw bersama seluruh jajaran pengurus yang dikukuhkan. Turut hadir juga Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker beserta sejumlah pengurus, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk bersama jajaran Pemerintah Kota Tomohon, Ketua DPRD Kota Tomohon Ferdinand Mono Turang bersama sejumlah anggota dewan, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, S. Th., M.Pd, Komisaris PT. PLN Persero Prof. Dr. Jimmy Torar, Tilly Kasenda serta utusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sejumlah tokoh masyarakat Tombulu baik dari Manado maupun yang berdomisili di Jakarta.
Dalam sambutannya, Steven Sambouw menyebut pembentukan K2-Tombulu menjadi momentum menyatukan masyarakat Tombulu di perantauan sekaligus memperkuat identitas budaya Minahasa, khususnya Tombulu.
“Tuhan memberikan hikmat bagi kita untuk membentuk organisasi ini,” ujar Sambouw. Ia juga menegaskan fondasi utama organisasi yang dipimpinnya. “Harus ada kata ‘kerukunan’ agar kita ingat fondasi utama kita,” katanya.
Menurut Sambouw, tujuan organisasi bukan hanya menjadi wadah kebersamaan, tetapi juga melestarikan budaya Tombulu di tanah rantau. “Tujuan organisasi adalah melestarikan budaya Tombulu di rantau,” ujarnya.
Ia menambahkan, K2-Tombulu juga ingin menjadi ruang konektivitas bagi masyarakat Tombulu, baik yang berada di perantauan maupun di kampung halaman. “Kemudian melakukan connecting terkait potensi masyarakat Tombulu, baik di rantau maupun di kampung halaman,” katanya.
Selain itu, Sambouw berharap organisasi yang dipimpinnya dapat tampil berbeda melalui program pendataan masyarakat berbasis identitas resmi. “Ketiga, saya harap organisasi ini berani tampil beda, dengan melakukan pendataan melalui KTP, dan mencoba menyalurkan jika ada yang belum menemukan pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para deklarator yang dinilai berperan besar dalam proses terbentuknya organisasi tersebut. “Kita juga berterima kasih kepada para deklarator K2-Tombulu, yaitu Johny Pollii, Joutje Lampa, Syul Sumampouw, Syenny Koyongian, Grace Rorong, Mercy Wowor Alex Sasela, Ifan Pioh, Albert Wowor dan Ferry Wenur,” katanya.
Menurut Sambouw, kehadiran K2-Tombulu diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul masyarakat Tombulu, tetapi juga mampu melahirkan program-program yang berdampak bagi warga, baik di perantauan maupun di daerah asal.
Acara pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri ratusan warga Tombulu dari berbagai wilayah Jabodetabek. (mpd)
Editor : Filip Kapantow