Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Inovasi Benih Jagung Baru Diperkenalkan di PENAS 2026, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Amelia Beatrix • Senin, 22 Juni 2026 | 12:15 WIB
Memperkenalkan varietas jagung bioteknologi DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro. Untuk pertama kalinya di Indonesia, perlindungan terhadap ancaman hama Ulat Grayak (Fall Army Worm / FAW), Stem Borer (Penggerek Batang), Asian Corn Borer (Penggerek Batang Asia), dan Ear Worm (Ulat Tongkol).
Memperkenalkan varietas jagung bioteknologi DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro. Untuk pertama kalinya di Indonesia, perlindungan terhadap ancaman hama Ulat Grayak (Fall Army Worm / FAW), Stem Borer (Penggerek Batang), Asian Corn Borer (Penggerek Batang Asia), dan Ear Worm (Ulat Tongkol).

MANADOPOST.ID – Sejumlah inovasi teknologi pertanian diperkenalkan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas petani Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan benih jagung hibrida unggul yang telah terbukti memiliki performa tinggi, yaitu DK09C Super Gaul, DK19C Cantik, dan DK79C Kuat. Varietas ini dirancang untuk meningkatkan hasil panen sekaligus memiliki ketahanan terhadap penyakit utama seperti bulai dan busuk batang yang selama ini menjadi tantangan di lapangan.

Selain itu, turut diperkenalkan dua varietas jagung bioteknologi terbaru, yakni DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro. Inovasi ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan kemampuan perlindungan terhadap hama utama seperti Fall Army Worm (FAW), Stem Borer, Asian Corn Borer, hingga Ear Worm yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Kedua varietas tersebut direncanakan tersedia secara komersial pada 2027.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai kehadiran inovasi teknologi pertanian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas petani melalui teknologi modern menjadi kunci dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Sementara itu, pihak pengembang teknologi menegaskan bahwa inovasi benih ini merupakan jawaban atas tantangan nyata yang dihadapi petani, mulai dari perubahan iklim hingga serangan hama yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen hingga 50 persen.

Inovasi benih jagung hibrida dan bioteknologi diperkenalkan di PENAS 2026 Gorontalo untuk tingkatkan produktivitas, tahan hama, serta dukung ketahanan pangan nasional menuju swasembada berkelanjutan.
Inovasi benih jagung hibrida dan bioteknologi diperkenalkan di PENAS 2026 Gorontalo untuk tingkatkan produktivitas, tahan hama, serta dukung ketahanan pangan nasional menuju swasembada berkelanjutan.

Selain peluncuran inovasi, kegiatan PENAS juga menghadirkan gelar teknologi jagung dan lahan demplot yang memberikan pendampingan langsung kepada sekitar 500 petani. Program ini bertujuan mempercepat adopsi teknologi pertanian modern serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani di lapangan.

Melalui kombinasi inovasi benih unggul dan pendampingan teknis, diharapkan sektor pertanian Indonesia semakin kuat dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan dan visi jangka panjang menuju lumbung pangan dunia 2045.

Editor : Amelia Beatrix
#PENAS 2026 Gorontalo #benih jagung hibrida unggul #kementan