Rachmat Gobel, Chairman Gobel Group bersama Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming dalam Pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026MANADOPOST.ID – Penguatan ketahanan pangan nasional membutuhkan ekosistem terintegrasi yang menghubungkan sektor hulu hingga hilir, mulai dari petani dan nelayan, teknologi, industri pengolahan, hingga jaringan logistik dan akses pasar global. Hal ini menjadi fokus utama Gobel Group yang menghadirkan konsep ekosistem agrominapolitan terintegrasi dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo.
Melalui partisipasinya, Gobel Group menegaskan dukungan terhadap visi pembangunan Gorontalo 2051 sebagai pusat agrominapolitan, logistik, dan industri pengolahan di Indonesia Timur. Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gorontalo, penguatan konektivitas logistik internasional melalui PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT), serta kemitraan industri berbasis hilirisasi.
Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, menekankan bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga memerlukan sistem yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Menurutnya, integrasi antara petani, teknologi, industri, dan pasar menjadi kunci dalam membangun kemandirian pangan nasional.
Dalam implementasinya, KEK Gorontalo dirancang untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti jagung, kelapa, kakao, hingga peternakan sapi agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi. Sementara itu, AGIT berperan sebagai gerbang logistik internasional yang telah memfasilitasi ekspor komoditas seperti molasses dan wood pellet ke berbagai negara, memperkuat posisi Gorontalo dalam rantai perdagangan global.
Selain itu, Gobel Group juga memperluas akses pasar petani melalui model farm-to-factory bersama mitra global, yang telah membuka peluang ekspor kakao ke Jepang untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Model ini memperkuat implementasi hilirisasi sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.
Melalui PENAS XVII 2026, Gobel Group menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi sektor pangan Indonesia melalui pembangunan ekosistem terintegrasi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.(AME)
Editor : Amelia Beatrix