MANADOPOST.ID— Sebanyak 27 peserta Paduan Suara Wanita (PSW) asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) gagal berangkat ke Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV. Video aksi mereka bernyanyi lagu rohani di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (24/6/2026), viral di media sosial dan menuai simpati luas dari masyarakat.
Aksi bernyanyi tersebut merupakan bentuk kekecewaan para peserta setelah mengetahui tiket penerbangan mereka menuju Manokwari masih berstatus booking dan belum diterbitkan. Padahal, seluruh persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk seleksi ketat dan latihan intensif selama berbulan-bulan.
Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri, Hendri Kurniadi, menegaskan bahwa Pemprov Kepri tidak memiliki kewenangan mencampuri urusan teknis keberangkatan kontingen. "Kami kaget menyaksikan konten viral di media sosial terkait permasalahan gagalnya peserta asal Kepri berangkat ke Manokwari. Tentu kami menyayangkan peristiwa itu terjadi dan memahami kondisi psikologis para peserta," jelasnya melalui sambungan telepon, Minggu (28/6/2026).
Menurut Hendri, seluruh biaya perjalanan kontingen telah dibayarkan kepada biro perjalanan yang ditunjuk. Pasca menerima bantuan dari Pemprov Kepri, panitia telah mentransfer dana pembelian tiket sebesar sekitar Rp 1,016 miliar kepada pihak travel sejak 7 Mei 2026. "Dari laporan yang masuk ke kami, seluruh pengurusan tiket dari Batam sampai Manokwari, termasuk perjalanan pulang, menjadi tanggung jawab pihak travel," jelasnya.
Hendri juga membantah tudingan yang berkembang di masyarakat bahwa dana APBD tidak digunakan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan anggaran kegiatan memang berasal dari APBD yang disalurkan melalui Pemprov Kepri kepada panitia, kemudian digunakan sesuai prosedur, termasuk untuk pembayaran tiket kepada biro perjalanan.
Akibat persoalan tiket ini, 27 peserta PSW dipastikan tidak dapat mengikuti perlombaan tingkat nasional di Manokwari. Sementara itu, kontingen kategori Paduan Suara Pria (PSP) yang berjumlah 21 orang berhasil tiba di Manokwari.
Untuk saat ini Polda Kepri dikabarkan telah menerima laporan dari salah satu korban dan tengah melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan.
Editor : ALengkong