MANADOPOST.ID— Gojek dan Grab resmi menurunkan komisi yang dipungut dari pengemudi ojek online (ojol) dari 20 persen menjadi 8 persen, mulai Rabu (1/7/2026). Namun, alih-alih antusias meraih pendapatan lebih besar, salah satu pengemudi ojol justru mengaku waswas dengan perubahan tersebut.
Penurunan komisi ini diumumkan platform ojek online usai bertemu dengan pimpinan DPR. Grab, Gojek, dan Maxim berkomitmen menerapkan penurunan komisi secara serentak mulai hari yang sama.
Salah seorang pengemudi ojol yang ditemui CNBC Indonesia mengaku belum merasakan perubahan penghasilan pada hari pertama kebijakan ini berlaku. Ia bahkan menyebut pendapatannya pagi itu tidak sebesar hari sebelumnya. "Kalau saya mendingan kemarin. Saya sudah keluar dari jam 6 pagi, masih sama saja. Kemarin malah mendingan," katanya, Rabu pagi (1/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa platform memang telah mengubah skema bagi hasil, termasuk untuk layanan hemat yang biasa ia pilih. Sebelumnya, driver yang memilih layanan tersebut harus membayar biaya langganan Rp 2.000. Kini, biaya langganan itu dihapus sehingga porsi bagi hasil yang diterima pengemudi menjadi lebih besar.
Meski demikian, pengemudi tersebut mengamati adanya kenaikan harga layanan yang ditetapkan platform untuk penumpang. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, tarif untuk jarak yang sama naik dari Rp 12.100 menjadi Rp 11.400, sementara untuk rute lain tarif berubah dari Rp 23.000 menjadi Rp 26.000.
Kenaikan harga inilah yang membuat pengemudi tersebut khawatir jumlah penumpang yang ia angkut menurun dibanding hari sebelumnya. Ia mengaku selama ini lebih memilih layanan hemat karena penumpang lebih mudah didapatkan dibanding layanan dengan tarif lebih mahal.
"Harganya di penumpang naik. Langganan kita kayaknya dikasih ke penumpang. Takutnya lebih sepi hari ini karena enggak ada penumpang, karena mahal," ujarnya.
Editor : ALengkong