Muktamar VIII IPHI, Pengurus Daerah Serukan MUI Tetap Jadi Pengayom Semua Ormas Islam

Clavel Lukas • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:35 WIB
Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) menggelar Muktamar VIII di Hotel Maxone Wahid Hasyim Jakarta.
Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) menggelar Muktamar VIII di Hotel Maxone Wahid Hasyim Jakarta.

MANADOPOST.ID--Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) menggelar Muktamar VIII di Hotel Maxone Wahid Hasyim Jakarta, 18-19 September 2026.

“Kami memilih melaksanakan Muktamar ke VIII IHPI di Hotel Maxone atas kesadaran, kemauan dan kehendak sendiri yang diputuskan oleh Panitia Pelaksana dan dengan memperhatikan pertimbangan dari Panitia Pengarah Muktamar,” kata Hi Gatot Salahudin, Ketua Panitia pelaksana Multamar VIII IPHI.

Semula direncanakan Muktamar VIII IPHI dilaksanakan di gedung Lemhannas Jl Kebun Sirih Jakarta. “Kami memahami dan ingin menjaga netralitas Lemhannas sebagai lembaga negara,” ujar Gatot. 

Menurut Gatot, keputusan untuk melaksanakan Mukmatar VIII IPHI di Maxone Wahid Hasyim juga sejalan dengan harapan sejumlah peserta dari pengurus wilayah dan pengurus daerah IPHI.

“Sejumlah pengurus wilayah bertanya-tanya, kenapa tidak jadi dilaksanakan di Lemhannas. Tetapi setelah dijelaskan, semua memahami dan mendukung keputusan pelaksanaan Muktamar di Maxone Wahid Hasyim,” beber Gatot.

Muktamar ini mendapat dukungan secara luas dari PW IPHI dan PD IPHI se-Indonesia. Hingga Jumat malam (18/9), sebanyak 28 PW IPHI hadir langsung di arena muktamar.

“Kami hadir dengan 15 peserta,” kata H. Sugeng Wanto, Sekretaris PW IPHI Sumut. “Tadinya kami mau datang 25 orang yg terdiri dari pengurus wilayah dan pengurus daerah. Tapi cukup 15 orang saja sesuai arahan Ketua Umum PW IHPI Sumut DR. H. Musa Rejeksah Msi

Ketua PP IPHI Letjen TNI (Purn) Ahmad Yani dan Sekjen Abidin Siregar mengapresiasi kehadiran peserta muktamar dari  Aceh hingga Papua. 

“Ini mencerminkan konsistensi kita semua untuk menjaga soliditas organisasi yang terus istiqomah menjalankan prinsip dan nilai dasar haji mabrur sepanjang hayat,” kata Ahmad Yani.

Abidin Siregar menambahkan, semua ihtiar, konsistensi dan militansi yang ditunjukkan oleh jajaran pengurus pusat, wilayah dan daerah di seluruh Indonesia mencerminkan semangat kebersamaan dan keteguhan untuk menjaga marwah IPHI yang didirikan pada  22 Maret 1990/24 Sya'ban 1410 H di Jakarta.

“IPHI sudah berusia 36 tahun, dan Alhamdulillah tahun ini kita melaksanakan Muktamar ke VIII,” tegas Abidin. 

Mewakili peserta muktamar, Ahmad Yani dan Abidin mengapresiasi kehadiran utusan Ketua Majelis Ulama Indoensia (MUI) pada acara
malam silahturahmi peserta di Hotel Maxone, Jumat malam (18/9). 

“Kami menghargai dan sudah sewajarnya MUI mengayomi semua ormas Islam,” kata Abidin.

Sejumlah pengurus wilayah juga senada. “Jangan MUI dibawa-bawa oleh oknum pengurusnya ikut terseret pada salah satu pihak atas dasar ketidaktahuan atau terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dan sepihak,” kata H. Anwar Pua Geno SH Ketua PW IPHI Nusa Tenggara Timur.

“Sudah sewajarnya semua pengurus MUI memberi contoh dan jadi panutan semua ormas Islam. Jadi pengayom bagi semua, dan istiqomah menjaga ukhuwah umat Islam,” kata DR. H. Muhammad Haris Msi Ketua PP IPHI Jateng. (hen)

Editor : Clavel Lukas
IPHI