MANADO POST.ID — Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, secara resmi menutup kegiatan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Jumat (10/04/2026) sore.
Dalam sambutannya, Thungari menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar memilih petugas pengibar bendera, melainkan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karakter generasi muda.
“Seleksi Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat nasionalisme yang tinggi,” ujar Thungari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesbangpol, panitia, tim seleksi, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut secara profesional dan penuh tanggung jawab. Ucapan terima kasih turut diberikan kepada pihak sekolah dan para guru yang telah membina serta mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam seleksi.
Menurut Thungari, tingginya partisipasi peserta dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Sangihe terus berkembang dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
Dari total 106 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 34 peserta dinyatakan lolos sebagai yang terbaik. Dari jumlah tersebut, 30 orang akan mengikuti pemusatan latihan di tingkat kabupaten, sementara 4 peserta lainnya akan mewakili Kabupaten Sangihe ke tingkat Provinsi Sulawesi Utara untuk mengikuti seleksi lanjutan menuju tingkat nasional.
Bupati Thungari mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil lolos dan mengingatkan agar mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
“Persiapkan diri kalian dengan baik, jaga disiplin, dan tunjukkan bahwa kalian adalah generasi muda yang mampu bersaing dan berprestasi,” katanya.
Sementara itu, kepada peserta yang belum berhasil, ia berpesan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Kegagalan hari ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Teruslah belajar dan kembangkan potensi diri,” tambahnya.
Thungari juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam setiap proses seleksi. Ia memastikan bahwa pelaksanaan seleksi dilakukan secara objektif tanpa intervensi.
“Saya tidak menitipkan siapa pun kepada panitia. Saya ingin proses ini berjalan jujur dan adil, sehingga tidak mengecewakan siapa pun,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh generasi muda untuk terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Belajarlah bertepuk tangan saat orang lain berhasil. Percayalah, suatu saat kesempatan kalian juga akan tiba,” pungkasnya.