Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bupati Thungari Ingatkan Tentang Etika Bermedia Sosial di Momentum Halal Bihalal Tabukan Utara

Alfian Tumuahi • Minggu, 12 April 2026 | 07:15 WIB
Bupati Michael Thungari menyampaikan sambutannya dalam saat menghadiri Halal Bihalal di Kampung Naha, Kecamatan Tabukan Utara, Sangihe, Sabtu (11/04/26).
Bupati Michael Thungari menyampaikan sambutannya dalam saat menghadiri Halal Bihalal di Kampung Naha, Kecamatan Tabukan Utara, Sangihe, Sabtu (11/04/26).

MANADOPOST.ID - Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi yang digelar lima masjid di Kampung Naha dan Naha I, Kecamatan Tabukan Utara, Sabtu (11/4/26) malam, menjadi momentum penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Namun di balik nuansa kekeluargaan tersebut, terselip pesan penting terkait etika bermedia sosial di era digital.

Kegiatan yang melibatkan Masjid Darul Aksam Naha, Masjid Nurul Hidayah Naha, Masjid An Nima Naha, Masjid Al Makmur Naha I, serta Masjid Ashabul Kahfi Naha I ini turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Thungari tidak hanya menyampaikan ucapan Idul Fitri, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga etika komunikasi, khususnya di media sosial.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Thungari.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam cara masyarakat berkomunikasi. Jika dahulu orang diingatkan untuk menjaga ucapan, kini hal yang sama berlaku dalam bentuk tulisan di ruang digital.
“Sekarang bukan hanya kata yang terucap yang bisa melukai, tetapi juga yang kita tulis. Kadang jari kita lebih cepat daripada pikiran, dan tanpa sadar bisa menyakiti orang lain bahkan merusak hubungan yang sudah lama terjalin,” tegasnya.

Menurutnya, momentum Halal Bihalal seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi saling memaafkan secara lisan, tetapi juga menjadi refleksi dalam membangun komunikasi yang lebih bijak, termasuk di media sosial.

Bupati juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif, sebagai sarana promosi dan pembangunan daerah.
“Mari kita gunakan media sosial untuk hal-hal yang baik.

Promosikan usaha kita, tampilkan keindahan alam Sangihe, dan tunjukkan bahwa masyarakat kita ramah, rukun, serta mendukung pembangunan,” ajaknya.

Ia menambahkan, citra daerah saat ini sangat dipengaruhi oleh apa yang ditampilkan masyarakat di dunia digital. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat menentukan bagaimana Sangihe dikenal oleh pihak luar.
“Orang luar mengenal daerah kita dari apa yang kita tampilkan. Jika yang dilihat baik, maka kepercayaan akan tumbuh dan peluang kemajuan semakin terbuka,” pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan Halal Bihalal yang menyatukan lima masjid ini tetap berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi simbol kuat persatuan masyarakat di Tabukan Utara pasca Idul Fitri.

Editor : Alfian Tumuahi
#Sangihe #Halal Bihalal #masjid #Tendris Bulahari #Michael Thungari