MANADOPOST.ID – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus diperkuat melalui keterlibatan generasi muda. Hal ini terlihat dalam Pemilihan Duta Cegah Stunting Tahun 2026 yang digelar Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Tahuna Beach, Rabu (15/04/26), diikuti 18 peserta dari sembilan kecamatan. Para peserta bersaing menunjukkan kemampuan, pengetahuan, serta kepedulian terhadap pentingnya pencegahan stunting di tengah masyarakat.
Dari hasil penilaian, Jeissel Charis Deo Lahapo dari Kecamatan Tamako dan Joy Hasiholan Pakpahan dari Kecamatan Tabukan Utara berhasil terpilih sebagai Duta Cegah Stunting Remaja Tahun 2026. Keduanya selanjutnya akan mewakili Kabupaten Kepulauan Sangihe di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ny. Cherry S. Thungari Soeyoenus, S.E., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi untuk melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi pelopor dalam menyosialisasikan pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ujarnya.
Proses penilaian dilakukan oleh tim dari Pokja IV TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Ketua Tim Penilai, dr. Ivone Marten Bentelu, menyebut penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari pengetahuan, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap isu stunting,” jelasnya.
Cherry berharap para duta yang terpilih dapat menjalankan peran strategis di tengah masyarakat dalam mengedukasi pentingnya pola hidup sehat.
“Kami berharap para duta ini bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan pentingnya gizi seimbang,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (**)
Editor : Alfian Tumuahi