MANADOPOST.ID - Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, menekankan pentingnya penanganan serius terhadap kasus tuberkulosis (TBC) saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan TBC yang digelar di Tahuna Beach Hotel, Kamis (23/4/26).
Dalam arahannya, Bulahari menegaskan bahwa TBC masih menjadi ancaman nyata di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Karena itu, upaya penanggulangannya harus dilakukan secara seksama melalui kerja sama lintas sektor agar penanganannya dapat berjalan optimal dan tuntas.
“Intinya, pemerintah daerah melalui dinas terkait, berkomitmen untuk menekan kasus TBC di Sangihe. Saya mengajak kepada kita sekalian, untuk bersama-sama bergerak dalam menanggulangi penyakit berbahaya ini secara terpadu,” ujar Bulahari.
Menurutnya, rakor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menangani persoalan kesehatan yang masih cukup serius di daerah tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ini merupakan bagian dari proses penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan program penanggulangan TBC di Sangihe.
“Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program penanggulangan TBC secara terintegrasi dan efektif,” ujarnya lagi.
Bulahari turut memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut, serta berharap forum ini mampu menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bapelitbang Ronald Izaak selaku Ketua Tim Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Sangihe, Kepala Dinas Kesehatan dr. Handry Pasandaran sebagai Sekretaris Tim Penanggulangan Tuberkulosis, para kepala instansi vertikal, kepala lembaga pemasyarakatan, serta pimpinan perangkat daerah.
Editor : Alfian Tumuahi