Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pengelola SPPG Sangihe Respons Rekomendasi Dinkes

Alfian Tumuahi • Sabtu, 25 April 2026 | 09:54 WIB
Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di Kelurahan Soa Taloara, Tahuna.
Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di Kelurahan Soa Taloara, Tahuna.

MANADOPOST.ID - Upaya pembenahan layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus dilakukan menyusul adanya rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait penutupan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sangihe, Monisye Lesawengen, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah fokus pada penyelesaian administrasi dan peningkatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan KPPG Sulut.

Menurut Monisye, sebagian SPPG saat ini masih dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Dinkes Sangihe.
“Tiga SPPG sedang dalam pengurusan SLHS, sementara satu SPPG belum dilakukan IKL dari Dinkes Sangihe, yaitu SPPG Naha,” ujar Monisye, Jumat (24/04/26).

Terkait rekomendasi penutupan sementara empat SPPG oleh Dinkes, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan keputusan final, melainkan bagian dari mekanisme pembinaan.
“Dinkes tidak bisa melakukan penutupan SPPG, tapi ini merupakan rekomendasi penutupan sementara,” ujar monisye.
“Sedang dilakukan kordinasi terkait keinginan Dinkes Sangihe,” sambung dia.

Lebih lanjut, Monisye mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah pengawasan terhadap SPPG, khususnya di Soataloara II yang sempat menjadi sorotan. Ia menyebut perbaikan koordinasi kini sudah menunjukkan perkembangan positif.
“Sekarang kordinasi sampai hari ini sudah baik, termasuk dengan sarana dan prasarana yang ada di SPPG Soataloara II,” ujar Monisye.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) SPPG Soataloara II, Ester Rugian, memastikan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola layanan serta memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP).
"Saya tidak akan mentolerir jika terjadi pelanggaran dengan SOP," ungkap Ester.
"Terima kasih untuk masukan dan kritikan. Kiranya ini jadi perbaikan kami ke depan," tandasnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe mengeluarkan rekomendasi penutupan sementara 4 SPPG tersebut dengan alasan belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Editor : Alfian Tumuahi
#Sangihe #Mbg #SPPG