MANADOPOST.ID - Isu kekosongan obat di RSUD Liun Kendage kini tak lagi sekadar persoalan internal rumah sakit, tetapi mulai dirasakan langsung oleh pasien, khususnya mereka yang menjalani rawat jalan.
Kondisi ini memicu perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Handry Pasandaran, ME, menegaskan bahwa pelayanan kepada pasien tidak boleh terganggu meski rumah sakit tengah dalam masa transisi.
Menurut Handry, kekosongan obat yang terjadi saat ini berkaitan dengan penyesuaian sistem pengadaan pasca pergantian direktur. Ia menyebut, pihaknya telah berulang kali mengingatkan manajemen RSUD Liun Kendage agar segera mempercepat proses pengadaan.
“Sejak pergantian direktur, kami sudah dua kali melakukan audiensi. Arahan kami jelas, agar kebutuhan obat dan bahan medis segera dipenuhi,” ujarnya, Selasa (28/04/26).
Namun di sisi lain, perubahan sistem pengadaan ke mekanisme katalog elektronik (e-katalog) menjadi tantangan tersendiri. Jika sebelumnya pengadaan melalui BLUD bisa dilakukan lebih cepat, kini proses distribusi obat membutuhkan waktu lebih panjang.
“Kalau distributor di Manado mungkin hanya seminggu, tapi ada juga yang harus menunggu sampai 2 hingga 3 bulan. Ini yang sedang kita hadapi di masa transisi,” jelasnya.
Meski begitu, Handry menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada pasien. Ia meminta rumah sakit memaksimalkan kerja sama dengan apotek cadangan, yakni PT Kimia Farma, untuk memastikan ketersediaan obat tetap terjaga.
“Pasien tidak boleh disuruh cari obat sendiri di luar. Rumah sakit harus mengantisipasi melalui apotek cadangan. Itu bagian dari standar pelayanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pasien, terutama peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tidak boleh dibebankan biaya tambahan akibat kekosongan obat.
“Prinsipnya, tidak boleh ada biaya tambahan bagi pasien. Semua harus menjadi tanggung jawab rumah sakit,” tambahnya.
Di tengah kondisi ini, Dinas Kesehatan tetap meminta masyarakat memberi waktu kepada direktur baru RSUD Liun Kendage yang masih dalam tahap awal pembenahan.
“Kita harapkan dalam 100 hari kerja pertama sudah ada perubahan signifikan, sehingga ke depan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait obat,” pungkasnya.