MANADOPOST.ID - Satu tim telah meraih gelar Premier League dan Piala FA, sementara tim lainnya membawa pulang trofi Supercoppa Italiana dan Coppa Italia.
Dengan demikian, final Liga Champions yang akan berlangsung dini hari nanti antara Manchester City dan Inter Milan adalah pertarungan antara dua tim yang keduanya mengincar mimpi menjadi treble winners.
Bagi City, kemenangan atas Inter Milan akan menyamai prestasi tetangga mereka, Manchester United. Hingga saat ini, The Red Devils adalah satu-satunya tim Inggris yang berhasil meraih treble.
Sementara itu, bagi Inter, kemenangan di Ataturk Olimpiyat Stadyumu, Istanbul, akan memperkuat posisi mereka sebagai satu-satunya tim Italia yang berhasil meraih treble. Yang menarik, mereka melakukannya dengan memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions pada tahun 2010 di bawah kepemimpinan Jose Mourinho.
Dua musim lalu, peluang treble City berubah menjadi kegagalan. Setelah memenangkan Premier League dan Piala Liga, mereka kalah 0-1 dari Chelsea di final Liga Champions.
"Penting diakui bahwa tanpa gelar Liga Champions, sesuatu terasa kurang. Kami merasa belum lengkap. Kami harus memenanginya," kata Pep Guardiola, pelatih City, seperti yang dilaporkan oleh Manchester Evening News.
Guardiola memiliki peluang menjadi pelatih pertama yang meraih dua treble. Sebelumnya, ia berhasil mencapainya bersama FC Barcelona pada musim 2008-2009.
Meskipun City diunggulkan menurut berbagai bursa taruhan, hal itu tidak membuat tekanan yang dihadapi Inter sebagai underdog menjadi lebih ringan. Mereka masih menghadapi beban mental.
Pasalnya, saat ini Inter menjadi satu-satunya harapan Italia untuk meraih gelar Eropa. Dua wakil Italia, AS Roma dan Fiorentina, sebelumnya gagal di final Liga Europa dan Liga Konferensi Europa.
Padahal, setelah dua kali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia, euforia tentang kebangkitan sepakbola Italia di Eropa sempat terdengar setelah tiga tim mereka tampil di tiga final bulan lalu. "Seperti halnya City, kami juga telah memenangkan dua gelar musim ini. Kami pantas berada di final Liga Champions ini dan pantas meraih kemenangan," ujar Simone Inzaghi, pelatih Inter, seperti yang dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport.
Keduanya pantas berada di final ini dan sama-sama memburu gelar ketiga. Di pertandingan yang sangat penting ini, setiap kesalahan kecil bisa menjadi faktor penentu antara meraih treble yang sukses atau terjerembap dalam kesulitan. (jpc)
Editor : Toar Rotulung