Dalam laporan yang dikutip dari France Info, Ben Yedder diduga melakukan tindakan tersebut terhadap dua perempuan. Kejadian tersebut terjadi awal pekan ini. Para korban, yang masing-masing berusia 19 dan 20 tahun, menjadi sasaran dari tindakan amoral yang diduga dilakukan oleh Ben Yedder pada malam hari ketika mereka sedang berkumpul.
Kantor kejaksaan setempat di dekat Grasse, yang terletak di wilayah Alpes-Maritimes, telah mengonfirmasi penerimaan pengaduan dari Kepolisian Cagnes-sur-Mer. Saat ini, kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan dan telah dialihkan ke kejaksaan umum di Nice.
Namun, hingga saat ini Ben Yedder belum dimintai keterangan oleh polisi. Hal ini dikarenakan striker berusia 32 tahun itu sedang berada di Belgia untuk menjalani agenda pramusim bersama AS Monaco sejak pekan lalu. Setelah melawan Union Saint-Gilloise (9/7), AS Monaco juga akan memainkan pertandingan pramusim malam ini (15/7) melawan klub Jupiler Pro League lainnya, yaitu Cercle Brugge.
Sejarah hidup Ben Yedder yang berasal dari komunitas Muslim di Sarcelles, pinggiran Kota Paris, sangat menarik untuk diperhatikan. Sejak kecil, hidupnya telah penuh dengan perjuangan dan tantangan. Hal ini tidak terlepas dari kondisi lingkungan tempat kelahirannya di Sarcelles.
Kota tersebut, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Paris, didominasi oleh penduduk dengan latar belakang imigran dari negara-negara Arab dan Afrika seperti Mesir dan Aljazair.
Seperti anak-anak lainnya, Wissam, yang lahir pada tanggal 12 Agustus 1990, senang bermain sepak bola sebagai kegiatan pengisi waktu luangnya. Dia bercita-cita menjadi pesepak bola terkenal, terutama setelah menyaksikan tim nasional Prancis meraih juara Piala Dunia 1998.
Namun, mengingat kondisi lingkungannya, Wissam mengaku sempat putus asa dan hampir mengubur impiannya untuk menjadi pesepak bola profesional. Menurutnya, teman-teman sebaya di Sarcelles memiliki bakat yang luar biasa dan tidak kalah dengan pemuda Prancis lainnya. Sayangnya, kunjungan para pencari bakat ke Sarcelles sangat jarang terjadi.(jpg)
Editor : Reza Mangantar