Acara gala ini akan mengungkap siapa suksesor Lionel Messi, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia atas penampilannya selama 12 bulan terakhir.
Namun, momen penobatan ini mungkin telah terpengaruh oleh daftar bocoran yang muncul di X, yang menunjukkan siapa pemenang dan total poin untuk 11 besar.
Berdasarkan daftar yang bocor, Vinicius Junior diprediksi menjadi pemenang dengan total 630 poin, mengungguli Rodri yang memperoleh 576 poindengan selisih 54 poin. Keduanya unggul jauh dari pemain lainnya.
Jude Bellingham berada di urutan ketiga dengan 422 poin, terpaut lebih dari 200 poin dari rekan setimnya di Real Madrid, sedangkan Kylian Mbappe berada di tempat keempat dengan 317 poin.
Vinicius Junior harus diakui sebagai yang terbaik di dunia setelah penampilannya yang luar biasa di Santiago Bernabeu.
Argumen terbesar dan tak terbantahkan, yang mendukung Vinicius Junior memenangkan Ballon d'Or 2024 bukanlah karena satu gol. Bukan pula angka atau tren. Sebaliknya, dampak pemain ini dapat dijelaskan dengan baik melalui pertandingan persahabatan pramusim melawan Barcelona di New York pada bulan Agustus.
Masih dalam tahap pemulihan dari Copa America dan mungkin sedikit kurang persiapan karena penundaan akibat petir selama satu jam, Vinicius dimasukkan ke dalam pertandingan dengan waktu tersisa 30 menit.
Ia tidak mencetak gol atau memberikan assist. Namun dalam penampilan singkatnya itu, dengan Vinicius yang masih belum fit dan membutuhkan beberapa pekan liburan lagi, semua hal hebat tentang pemain Brasil ini terlihat jelas.
Ada pergerakan, belokan, dan gerakan cepat di sepanjang garis, keberanian untuk mencoba gerakan cepat. Penonton - 82.000 di Stadion MetLife, sebagian besar mengenakan seragam Madrid putih - berdiri setiap kali ia menyentuh bola.
Dan itulah reaksi yang pantas untuk seorang pemain yang entah bagaimana telah lama tidak masuk dalam perbincangan kelas dunia. Vinicius menghabiskan banyak hari-hari awal kariernya di Madrid bermain bersama pemain yang lebih berpengaruh, dan kemudian diabaikan atau entah bagaimana diremehkan.
Tapi, musim lalu, semuanya berjalan lancar. Vinicius mengakhiri musim dengan dua gelar: La Liga dan Liga Champions setelah memainkan peran utama bagi timnya, dan selalu muncul dalam pertandingan besar. Ia menjadikan Liga Champions sebagai taman bermainnya, dan mencetak 26 gol serta 11 assist untuk klub dan negaranya.
Musim 2023/24 bukanlah tahun di mana Vinicius tampil bagus, tetapi itu adalah tahun pertama ketika ia benar-benar menjadi pembeda. Jadi, tidak ada seorang pun yang lebih layak menerima Ballon d'Or daripada pemain ajaib Brasil itu.(goal/rs/gnr)
Editor : Grand Regar