MANADOPOST.ID - Semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 akan segera bergulir pada Rabu (9/7) dini hari mendatang. Untuk menyemarakkan laga empat besar yang mempertemukan tim-tim raksasa dunia, FIFA sebagai penyelenggara mengambil langkah mengejutkan yang membuat banyak pihak melongo: mereka memangkas harga tiket secara drastis!
Melansir laporan dari ESPN, tiket semifinal yang semula dibanderol USD 473 (sekitar Rp 7,68 juta) kini bisa didapatkan hanya dengan harga USD 13 (sekitar Rp 211 ribu) per lembar. Ini adalah penurunan harga yang luar biasa, mencapai 36 kali lipat! Bayangkan, tiket pertandingan kelas dunia ini kini lebih murah dari sepotong cheesesteak seharga USD 15 atau segelas bir USD 14 yang dijual di dalam MetLife Stadium.
Penurunan harga yang sangat signifikan ini tentu menarik perhatian, apalagi mengingat tim-tim yang bertarung di semifinal bukanlah klub sembarangan. Ada Real Madrid dengan koleksi 15 gelar Liga Champions, Chelsea yang dua kali menjuarai Liga Champions, PSG sebagai juara Liga Champions musim 2024-2025, serta Fluminense sang juara Copa Libertadores 2023. Pertarungan para juara ini seharusnya menarik minat penonton dalam jumlah besar.
Langkah FIFA ini bukan tanpa alasan. Penurunan harga tiket adalah upaya terbaru mereka untuk meningkatkan jumlah penonton secara drastis. Piala Dunia Antarklub 2025 memang menjadi ajang penting yang berfungsi sebagai "uji coba" atau trial and error untuk gelaran akbar Piala Dunia 2026 mendatang.
"Presiden FIFA Gianni Infantino ingin menunjukkan bukti keberhasilan konsep perluasan Piala Dunia Antarklub kepada klub, penyiar, dan sponsor untuk edisi mendatang," tulis ESPN. Ini mengindikasikan bahwa FIFA bertekad membuktikan bahwa format baru turnamen ini mampu menarik minat global, meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Pasalnya, perhelatan Piala Dunia Antarklub 2025 sendiri tidak luput dari kritik. Sejak awal, berbagai keluhan muncul mulai dari kondisi lapangan yang tidak rata, rumput yang kering, hingga jadwal pertandingan yang dianggap tidak masuk akal. Beberapa pertandingan bahkan berlangsung saat suhu udara mencapai puncaknya, yakni 45 derajat Celsius, menimbulkan kekhawatiran akan kondisi para pemain dan kenyamanan penonton.
Meski diterpa beragam kritik, FIFA tetap optimis dan menunjukkan komitmennya untuk menyukseskan turnamen ini, salah satunya dengan strategi harga tiket yang sangat agresif. Akankah langkah ini berhasil menarik ribuan penggemar memadati stadion di semifinal mendatang?
Editor : Toar Rotulung