MANADOPOST.ID - Rangkaian Mainsepeda Trilogy 2025 resmi berakhir lewat gelaran Banyuwangi Bluefire Ijen KOM pada Sabtu (27/9). Event pamungkas ini mengajak 400 cyclist dari 96 kota, 23 provinsi, dan 9 negara menaklukkan tanjakan ikonik menuju Paltuding Ijen sekaligus menikmati keindahan alam ujung timur Pulau Jawa.
Sebelum sampai di Banyuwangi, Trilogy telah menggelar dua event lain yakni Bromo KOM (17 Mei) dan Kediri Dholo KOM (20 Juli), dengan total partisipasi lebih dari 2.300 pesepeda. Ketiga ajang ini tak sekadar kompetisi memperebutkan gelar King of the Mountain (KOM) dan Queen of the Mountain (QOM), tetapi juga menjadi sarana sport tourism, memperkenalkan wisata alam hingga budaya lokal.
Di Banyuwangi, peserta lebih dulu disuguhkan panorama matahari terbit dari Pantai Boom Marina sebelum start pukul 06.00 WIB. Mereka kemudian melewati area persawahan, kampung Bali, hingga menuju Pit Stop di Gedung Olahraga Tawang Alun. Dari titik inilah tanjakan sejauh 26,9 km dengan elevation gain 1.700 meter menuju Paltuding Ijen dimulai.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut hangat para peserta. “Kami bangga Banyuwangi kembali dipilih menjadi lokasi event ini. Harapannya peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati keindahan alam dan kuliner Banyuwangi,” ujarnya.
Balapan berlangsung seru. Di kategori Men Elite, Muhammad Raihan Maulidan dari Ponti Wijaya Racing Team keluar sebagai juara setelah menang sprint tipis atas Dimas Nur Fadhil Rizqi dengan catatan waktu sama, 1 jam 23 menit 30 detik. Sementara di Women Elite, kejutan datang dari Nihayatuzzain Asshofi yang sukses menundukkan dua pesaing berpengalaman, Maghfirotika Marenda dan Crismonita Dwi Putri, meski baru pulih dari cedera.
Banyuwangi Bluefire Ijen KOM tahun ini juga diwarnai partisipasi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce yang tampil di kategori Men Age 50-54 dan berhasil finis. Pasma dikenal sebagai pesepeda serius yang bahkan mewakili Indonesia di ajang bergengsi The 2025 World Police and Fire Games di Amerika Serikat.
Dengan berakhirnya event ini, Mainsepeda Trilogy 2025 bukan hanya meninggalkan catatan prestasi olahraga, tapi juga jejak indah sport tourism yang memadukan tantangan fisik dengan keindahan alam Indonesia. (*)
Editor : Jasinta Bolang