MANADOPOST.ID - Scott McTominay benar-benar mencuri perhatian di Serie A sejak pindah dari Manchester United ke Napoli.
Gelandang asal Skotlandia ini disebut sebagai salah satu pemain tersulit yang pernah dihadapi oleh bek Sassuolo, Tarik Muharemovic.
Muharemovic mengatakan bahwa menghadapi McTominay membuat kepalanya “berputar” karena kesulitan mengimbanginya.
Pertemuan mereka terjadi pada laga pembuka musim 2025-26 ketika Sassuolo bertemu Napoli.
Pada laga itu, McTominay mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 bagi Napoli.
Performa McTominay di Serie A sejak kedatangannya memang luar biasa, hingga disebut sebagai pemain yang paling berharga di liga.
Musim lalu, ia mencetak 12 gol di kompetisi tertinggi Italia, sebuah catatan impresif untuk seorang gelandang.
Selain itu, ia masuk dalam Tim Terbaik Serie A dan meraih penghargaan Pemain Terbaik.
Musim ini, McTominay sudah mencetak dua gol dan memberikan dua assist bagi Napoli.
Di antara gelandang-gelandang lainnya, ia memiliki jumlah tembakan kedua terbanyak, yaitu 32 kali, hanya kalah dari Nico Paz.
Muharemovic merasa terkesan dengan kemampuan McTominay yang serba bisa di lapangan.
Ia menekankan bahwa McTominay bukan striker, namun selalu muncul di berbagai posisi di lapangan.
Saat itu, McTominay terlihat bermain melebar, namun kemudian berhasil mencetak gol dengan sundulan di dalam kotak penalti.
Bek Sassuolo itu mengaku sulit menghadapi pergerakan McTominay yang lincah dan cepat.
Selain McTominay, Muharemovic juga menyebut beberapa pemain top lain, seperti Lautaro Martinez dan Marcus Thuram dari Inter Milan.
Namun ia belum sempat menghadapi kedua pemain itu, sehingga pengalaman paling menantang tetap McTominay.
McTominay kini berusia 29 tahun dan menjadi salah satu kunci kekuatan Napoli di lini tengah.
Ia diharapkan dapat membantu timnya meraih gelar Supercoppa Italiana yang akan digelar pada hari Senin.
Di partai final, Napoli akan menghadapi Bologna, yang kini dilatih oleh Antonio Conte.
Performa McTominay yang luar biasa ini semakin menegaskan bahwa transfernya ke Serie A merupakan keputusan yang tepat bagi kariernya. (samt)
Editor : ALengkong