MANADOPOST.ID - Xabi Alonso resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala Real Madrid pada hari Senin.
Pemecatan tersebut terjadi sehari setelah kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Supercopa de Espana.
Dalam pernyataan pertamanya, Alonso menegaskan bahwa ia telah melakukan yang terbaik selama menangani tim.
Ia mengaku lega bisa menyampaikan pandangannya meskipun harus meninggalkan klub besar seperti Real Madrid.
Alonso menyebut masa profesionalnya bersama Los Blancos telah berakhir meski tidak sesuai harapan.
Ia menilai melatih Real Madrid merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
Pelatih asal Spanyol itu mengucapkan terima kasih kepada klub, para pemain, dan para penggemar.
Alonso menekankan bahwa ia pergi dengan rasa hormat, syukur, dan kebanggaan.
Selama masa kepemimpinannya, Alonso mencatatkan persentase kemenangan sebesar 70,6 persen.
Rasio tersebut menjadikannya pelatih dengan persentase kemenangan keenam terbaik dalam sejarah klub.
Dari total 34 pertandingan, Alonso berhasil meraih 24 kemenangan di semua kompetisi.
Real Madrid juga berada di jalur aman untuk lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Pencapaian tersebut lebih baik dibandingkan musim sebelumnya ketika Madrid gagal melakukannya.
Di kompetisi LaLiga, Real Madrid hanya tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Barcelona.
Meski demikian, konflik internal turut memengaruhi perjalanan Alonso bersama tim.
Laporan menyebutkan adanya ketegangan antara Alonso dan beberapa pemain, termasuk Vinicius Junior.
Situasi tersebut diduga berdampak pada performa tim maupun kondisi sang pelatih.
Setelah pemecatan Alonso, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala baru.
Laga pertama Arbeloa akan berlangsung melawan Albacete di babak 16 besar Copa del Rey.
Setelah itu, Real Madrid dijadwalkan menjamu Levante sebelum menghadapi Monaco di Liga Champions. (samt)
Editor : ALengkong