Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

200 Pesepeda Siap Taklukkan Rute 1.500 Km di Mainsepeda East Java Journey 2026

Jasinta Bolang • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:01 WIB

Peserta EJJ 2026 melintasi kawasan pedesaan berlatar pegunungan di Jawa Timur, menikmati rute menantang sekaligus panorama alam sepanjang perjalanan.
Peserta EJJ 2026 melintasi kawasan pedesaan berlatar pegunungan di Jawa Timur, menikmati rute menantang sekaligus panorama alam sepanjang perjalanan.

MANADOPOST.ID -
Sebanyak 200 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia siap menjajal tantangan ekstrem dalam ajang Mainsepeda East Java Journey (EJJ) 2026, event ultra cycling yang akan mengajak peserta menjelajahi keindahan alam Jawa Timur melalui rute menantang sepanjang 1.500 kilometer dan 600 kilometer.

Event yang digelar oleh DBL Indonesia melalui Mainsepeda ini telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut dan terus menawarkan pengalaman baru bagi para penggemar sepeda jarak jauh. Tahun ini, peserta EJJ berasal dari 86 komunitas, 14 provinsi, dan 57 kota di seluruh Indonesia.

Peserta terbagi dalam dua kategori. Kategori 1.500 km bersifat kompetitif (race) dan akan melintasi 27 kota/kabupaten di Jawa Timur, sementara kategori 600 km bersifat non-kompetitif. Seluruh rute dirancang untuk menyuguhkan kombinasi tantangan fisik sekaligus panorama alam khas Jawa Timur.

Panitia sengaja menyusun rute yang melewati berbagai lanskap ikonik, mulai dari pegunungan dan perbukitan, pesisir pantai selatan, hamparan hutan dan persawahan, hingga ladang minyak tradisional. Dari sisi teknis, peserta akan menghadapi jalur flat, rolling, gravel, hingga tanjakan tajam yang menguras stamina.

Meski telah memasuki tahun keempat, Mainsepeda tetap menghadirkan rute-rute baru. Salah satunya adalah tanjakan Jolotundo–Trawas yang akan menjadi pemanasan awal peserta pada kilometer 45–61, dengan elevation gain sekitar 800 meter. Tanjakan ini dikenal panjang namun masih ramah bagi pesepeda, dengan kemiringan yang hanya sesekali menyentuh dua digit.

Peserta Mainsepeda East Java Journey (EJJ) 2026 bersiap memulai perjalanan ultra cycling dengan perlengkapan lengkap sebelum start di Surabaya.
Peserta Mainsepeda East Java Journey (EJJ) 2026 bersiap memulai perjalanan ultra cycling dengan perlengkapan lengkap sebelum start di Surabaya.

Selain itu, peserta juga akan menikmati kawasan Paltuding, Ijen, dengan pendekatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, rute akan diakses dari arah Bondowoso, menghadirkan tanjakan panjang sejauh 53,7 kilometer. Jalur ini menawarkan panorama Pegunungan Ijen yang tak kalah memesona dibandingkan rute klasik dari Banyuwangi.

Eksplorasi Bondowoso ini sejalan dengan harapan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, yang sebelumnya mendorong Mainsepeda untuk memperkenalkan potensi alam wilayah tersebut.

“Saya jamin pemandangannya tidak kalah indah,” ujar Wawan, seraya menambahkan bahwa Dispora Jatim tengah membangun database event sport tourism, termasuk ajang yang diinisiasi Mainsepeda.

Tahun ini, eksplorasi kawasan pesisir selatan Jawa Timur juga dimodifikasi. Selain melintasi Jalur Lintas Selatan (JLS), peserta akan lebih banyak menjelajah pantai-pantai di Kabupaten Blitar, tanpa meninggalkan keindahan alam Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan. Rute unik lainnya adalah Teksas Wonocolo, Bojonegoro, kawasan tambang minyak tradisional yang menjadi hidden gem EJJ 2026.

Ratusan pesepeda memulai start Mainsepeda East Java Journey 2026 dari Surabaya Town Square, menempuh rute 1.500 km dan 600 km melintasi Jawa Timur.
Ratusan pesepeda memulai start Mainsepeda East Java Journey 2026 dari Surabaya Town Square, menempuh rute 1.500 km dan 600 km melintasi Jawa Timur.

“Jualan kita tahun ini Teksas Wonocolo. Rasanya seperti ikut Unbound Gravel,” kata Founder Mainsepeda, Azrul Ananda.

Antusiasme peserta pun tinggi. Muhammad Ikhwan Dharmawan, pesepeda asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengaku tak sabar menjajal rute EJJ 2026. Hal serupa dirasakan Dony Febriana, ultra cyclist asal Bogor yang kembali ikut untuk kedua kalinya.

“Saya yakin selalu ada sesuatu yang beda. View-nya banyak yang bagus,” ujarnya.

Menariknya, EJJ 2026 juga diikuti 14 pesepeda perempuan. Di kategori 1.500 km terdapat duet cyclist nasional Arfiana Khairunnisa dan Ivo Ananda, sementara di kategori 600 km hadir Aude Marie Le Gorec, pesepeda asal Prancis yang pernah menjuarai Banyuwangi Bluefire Ijen KOM. Total terdapat empat peserta asing dari tiga negara.

Mainsepeda East Java Journey 2026 akan berlangsung pada 2–8 Februari 2026, dengan start dan finis di Surabaya Town Square (Sutos). Peserta kategori 1.500 km akan memulai perjalanan pada Senin, 2 Februari 2026, dengan batas waktu 160 jam. Sementara kategori 600 km akan start Jumat, 6 Februari 2026, dengan waktu tempuh maksimal 64 jam. Cut off time untuk kedua kategori ditetapkan pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 21.00 WIB.

Perjalanan para peserta dapat dipantau secara langsung melalui live tracker di situs Mainsepeda.com, sekaligus menjadi ajang bagi masyarakat untuk memberikan dukungan dan berkesempatan memperoleh hadiah dari penyelenggara. (*)

Editor : Jasinta Bolang
#dbl indonesia #ejj 2026 #balap sepeda jarak jauh #Mainsepeda East Java Journey 2026 #Wisata Sepeda #ultra cycling #sport tourism Jawa Timur