MANADOPOST.ID — Ajang bulutangkis terbuka berskala internasional, HUNDRED HOO HAA CUP 2026, dipastikan segera bergulir pada 12–14 Juni 2026 di ICE BSD City, Hall 1. Turnamen ini menargetkan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai negara, menjadikannya salah satu kompetisi bulutangkis senior terbesar yang pernah digelar di Indonesia. Pendaftaran masih dibuka hingga 24 Mei 2026 melalui tiket.com.
Kompetisi ini menghadirkan format yang inklusif dengan berbagai kategori usia mulai dari 35+ hingga 70+, serta sejumlah kategori khusus seperti 3 on 3, combined age, VVIP, dan OPEN MAX.35. Seluruh nomor pertandingan, mulai dari tunggal hingga ganda campuran, dipertandingkan untuk memberikan ruang kompetisi yang menyeluruh bagi peserta dari berbagai latar belakang, baik amatir maupun profesional.
Tournament Director Marlev Mainaky menyebut tingginya antusiasme peserta sebagai indikator kuat bahwa kebutuhan akan turnamen bulutangkis senior berskala internasional semakin meningkat. Ia menilai ajang ini menjadi wadah penting bagi para pemain yang ingin terus berkompetisi secara profesional meski telah memasuki usia senior.
Tidak hanya menjadi arena pertandingan, turnamen ini juga membawa dimensi emosional bagi para atlet. Co-Founder Marcia Hutagalung menegaskan bahwa bulutangkis merupakan bagian dari perjalanan hidup banyak pemain. Kehadiran turnamen ini diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan semangat tersebut.
Dari sisi industri, Sharan Kumar menilai ajang ini berperan strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas bulutangkis dunia. Selain kompetisi, rangkaian acara juga akan dimeriahkan oleh kehadiran legenda bulutangkis seperti Hariyanto Arbi, Flandy Limpele, dan Bobby Ertanto, serta bazar kuliner dan hiburan.
Dengan total hadiah mencapai Rp2,5 miliar dan sistem pertandingan di 25 lapangan sekaligus, HUNDRED HOO HAA CUP 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol penguatan ekosistem bulutangkis nasional. Turnamen ini diharapkan mampu mendorong Indonesia sebagai pusat turnamen bulutangkis senior tingkat global.(ame)
Editor : Amelia Beatrix