Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Coba-Coba Jadi Runner Up, Kisah Elvira Kambey di Turnamen Padel Pertamanya yang Mencuri Perhatian

Kenjiro Tanos • Rabu, 24 Juni 2026 | 16:25 WIB
Elvira Kambey bersama Kelly Courtney berhasil meraih runner up Soekarno Cup Merah Meriah Padel Tournament 2026
Elvira Kambey bersama Kelly Courtney berhasil meraih runner up Soekarno Cup Merah Meriah Padel Tournament 2026

 

MANADOPOST.ID – Tidak semua pencapaian besar lahir dari target yang tinggi. Bagi Elvira Kambey, keberhasilan meraih posisi runner up kategori Woman’s Beginner dalam Soekarno Cup Merah Meriah Padel Tournament 2026 justru berawal dari rasa penasaran untuk mencoba sesuatu yang baru.

Bersama pasangan bermainnya, Kelly Courtney, Elvira berhasil melangkah hingga partai final pada turnamen padel pertama yang diikutinya.

Hasil tersebut menjadi kejutan sekaligus pengalaman berharga bagi keduanya yang sejak awal tidak memasang target muluk.

Saat pertandingan final berakhir, Elvira mengaku perasaan bahagia dan haru bercampur menjadi satu.

Bukan hanya karena mampu mencapai babak puncak, tetapi juga karena dukungan yang terus mengalir dari para pendukung yang setia menemani perjalanan mereka sepanjang turnamen.

“Jujur kami sangat bahagia bisa sampai di final. Yang membuat saya terharu adalah melihat para supporter yang tetap menunggu dan datang khusus untuk menyaksikan pertandingan kami. Walaupun akhirnya menjadi runner up, turnamen ini memberikan pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga,” katanya kepada Manado Post.

Perjalanan Elvira di dunia padel terbilang masih sangat singkat. Ia baru mulai mengenal olahraga tersebut pada Januari 2026 setelah diajak seorang sahabatnya untuk bermain santai bersama.

Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi keseriusan untuk mempelajari teknik dasar melalui sesi coaching.

Menurutnya, sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang tenis maupun olahraga raket lainnya, memahami dasar permainan menjadi langkah penting sebelum berkembang lebih jauh.

Keputusan mengikuti Soekarno Cup Merah Meriah Padel Tournament 2026 pun lahir dari keinginan sederhana untuk mengukur kemampuan diri.

Bersama Kelly, ia ingin mengetahui sejauh mana perkembangan mereka setelah beberapa bulan berlatih.

“Kalau bukan sekarang, mau tunggu kapan lagi. Kami hanya ingin mencoba dan melihat kemampuan kami sudah sampai di mana,” ujarnya.

Menjelang turnamen, Elvira dan Kelly menjalani latihan rutin bersama pelatih.

Selain memperbaiki berbagai kelemahan teknis, keduanya juga sering bermain melawan pemain dengan level yang lebih tinggi untuk membangun mental bertanding dan membiasakan diri menghadapi permainan yang lebih kompleks.

Menariknya, target mereka saat itu sangat sederhana. Bukan gelar juara, melainkan mampu memberikan penampilan terbaik dan lolos dari fase grup.

Namun perjalanan menuju final tidak berjalan mudah. Elvira menyebut laga semifinal sebagai momen paling menegangkan sekaligus paling berkesan selama turnamen berlangsung.

Saat itu mereka sempat tertinggal dengan skor 1-4 dari lawan yang dianggap sebagai pasangan terberat yang mereka hadapi.

Alih-alih panik, keduanya memilih untuk tetap fokus dan saling memberikan dukungan.

Sedikit demi sedikit ketertinggalan berhasil dipangkas hingga akhirnya mereka membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan melalui tiebreak dramatis.

“Kami tidak lagi memikirkan skor. Fokus kami hanya saling mendukung dan bermain satu poin demi satu poin. Semua energi, mental, dan fokus kami keluarkan saat itu,” ungkap Elvira.

Keberhasilan mencapai final juga tidak lepas dari chemistry yang terbangun kuat antara dirinya dan Kelly Courtney.

Menurut Elvira, kepercayaan menjadi fondasi utama yang membuat mereka mampu bertahan dalam situasi sulit.

Ia mengatakan, selama bertanding keduanya tidak pernah saling menyalahkan ketika melakukan kesalahan.

Sebaliknya, mereka terus memberikan semangat, menerima masukan satu sama lain, dan menjaga suasana pertandingan tetap menyenangkan.

Dari pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi, Elvira menyadari bahwa kemampuan teknik bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan.

Mental, ketenangan, kepercayaan diri, dan kepercayaan terhadap pasangan bermain memiliki peran yang sama pentingnya.

“Di turnamen semua pemain pasti ingin memberikan yang terbaik. Karena itu mental dan kepercayaan diri menjadi faktor yang sangat menentukan,” katanya.

Meski telah mengukir prestasi sebagai runner up pada turnamen perdana, Elvira memilih untuk tetap membumi. Ia tidak memasang target spesifik untuk kompetisi berikutnya dan hanya ingin terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik.

Melalui pengalamannya, ia juga mengajak lebih banyak perempuan untuk tidak ragu mencoba olahraga padel.

Menurutnya, padel bukan sekadar tren sesaat, tetapi olahraga yang mampu membangun relasi sosial, kerja sama tim, dan gaya hidup sehat.

“Buat teman-teman yang ingin mencoba padel, ayo mulai saja. Tidak ada kata terlambat. Selain menyehatkan, olahraga ini juga mengajarkan kerja sama dan memperluas pertemanan,” ujarnya.

Ketika diminta membayangkan kembali hari pertama saat mulai memegang raket padel, Elvira tersenyum dan memberikan pesan sederhana kepada dirinya sendiri.

“‘Good job, Elvira. Ternyata kamu bisa.’ Padel membuat saya lebih sehat, menemukan banyak hal positif, dan ternyata saya masih memiliki jiwa kompetitif yang selama ini mungkin tidak saya sadari,” katanya sambil tertawa.

Kisah Elvira menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba sering kali menjadi langkah awal menuju pencapaian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dari sekadar bermain untuk bersenang-senang, ia kini menjadi inspirasi bagi banyak pemula yang ingin memulai perjalanan mereka di dunia olahraga. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Elvira Kambey #Soekarno Cup Merah Meriah Padel Tournament 2026 #Padel Manado #Runner Up Woman’s Beginner #Kelly Courtney