MANADOPOST.ID – Penguatan pembinaan sepak bola usia muda menjadi fokus utama Festival Sepak Bola Rakyat 2026 yang ditutup di Lapangan Sparta Tikala, Manado, 25–27 Juni. Kegiatan ini menghadirkan pelatih, pemain muda, komunitas sepak bola, hingga masyarakat dalam satu rangkaian pembelajaran dan kompetisi.
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan pembinaan sepak bola tidak cukup hanya melalui pertandingan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kapasitas pelatih serta keterlibatan orang tua dan komunitas. Menurutnya, Festival Sepak Bola Rakyat telah menjadi ruang belajar bersama, terlebih berlangsung di tengah antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia FIFA 2026 sehingga materi kepelatihan dapat disesuaikan dengan perkembangan sepak bola modern.
Festival yang digelar PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) melalui Cuwitan Digital bersama Coca-Cola Indonesia menghadirkan coaching seminar bagi pelatih SSB, coaching clinic untuk pemain muda, serta pertandingan kompetitif sebagai sarana mengukur kemampuan peserta.
Pelatih sepak bola Indonesia Fabio Oliveira menilai banyak talenta muda di daerah memiliki potensi besar. Namun mereka memerlukan kesempatan bertanding, pembinaan yang konsisten, dan lingkungan yang mendukung agar kemampuan tersebut berkembang secara optimal.
Selain aspek pembinaan, festival juga diramaikan dengan senam bersama masyarakat serta bazaar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal sehingga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Festival Sepak Bola Rakyat sebelumnya telah digelar di Labuan Bajo, Jakarta, Palu, dan Makassar. Penutupan di Manado menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah diikuti sekitar 1.600 peserta dari berbagai daerah dengan tujuan memperluas akses pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.(AME)
Editor : Amelia Beatrix