Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tren Slow Jogging Viral di Korea Selatan, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

ALengkong • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:17 WIB
Illustrasi orang jogging (doc: Freepik)
Illustrasi orang jogging (doc: Freepik)

MANADOPOST.ID – Tren berlari lambat atau slow jogging tengah viral di Korea Selatan. Olahraga yang dilakukan sekecepatan siput ini digandrungi karena tidak menyiksa fisik dan ramah bagi semua kalangan usia.

Meskipun dilakukan dengan ritme lambat, manfaat yang dihasilkan bagi tubuh justru berada di "jalur cepat". Latihan ini sangat ramah terhadap sendi karena meminimalkan beban benturan pada lutut dan pergelangan kaki.

Karena minim benturan, slow jogging dinilai aman bagi berbagai kalangan, termasuk pemula, lansia, maupun orang dengan kondisi persendian yang lemah. Hal ini menjadikannya pilihan olahraga yang lebih inklusif dibandingkan lari dengan intensitas tinggi.

Di sisi lain, meskipun santai, manfaat biologis yang didapatkan tubuh justru sangat maksimal. Berlari pelan terbukti ampuh melindungi tubuh dari risiko cedera otot dan sendi. Metode konvensional yang memaksakan prinsip "tanpa rasa sakit, tidak ada hasil" (no pain, no gain) justru sering kali berujung pada cedera yang parah.

Secara medis, lari lambat membantu membangun daya tahan tubuh dalam jangka panjang karena meningkatkan kapasitas aerobik atau VO2 Max, yakni kemampuan otot dalam menyerap oksigen.

"Berlari dengan ritme lambat akan merangsang pertumbuhan lebih banyak pembuluh darah kapiler baru, sehingga oksigen lebih mudah masuk ke otot. Selain itu, latihan ketahanan ini juga meningkatkan jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai pabrik energi bagi otot tubuh," jelas Todd Buckingham, PhD, seorang pelari, atlet triatlon, sekaligus profesor tamu ilmu olahraga di Grand Valley State University, kepada Health.

Bagi yang ingin mencoba, metode slow run-walk atau lari-jalan bisa menjadi pilihan terbaik agar detak jantung tetap stabil. Sebagai contoh, seseorang bisa membagi polanya menjadi empat menit berlari santai diikuti satu menit berjalan kaki, lalu mengulang pola tersebut selama 30 menit.

Editor : ALengkong
##jogging ##tren olahraga ##kesehatan tubuh