Bukan Sekadar Kompetisi, Festival Sepak Bola Rakyat Bangun Ekosistem Talenta Muda

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:03 WIB
Coaching Clinic Festival Sepak Bola Rakyat di Manado Bersama Pelatih Izaac Wanggai
Coaching Clinic Festival Sepak Bola Rakyat di Manado Bersama Pelatih Izaac Wanggai

MANADOPOST.ID – Sepak bola tidak hanya soal pertandingan di lapangan. Bagi generasi muda di daerah, kesempatan untuk bertanding, mendapat pembinaan, dan bertemu komunitas menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman serta kepercayaan diri.

Semangat itu menjadi fokus Festival Sepak Bola Rakyat yang digelar PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) bersama Coca-Cola Indonesia di lima kota, yakni Labuan Bajo, Jakarta, Palu, Makassar, dan Manado.

Rangkaian yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga Juni 2026 tersebut mempertemukan lebih dari 1.700 pemain muda berusia 16–18 tahun dari 78 sekolah, klub, dan komunitas. Kegiatan juga disaksikan lebih dari 4.000 penonton.

Tidak hanya kompetisi, festival menghadirkan coaching clinic, coaching seminar, serta aktivitas komunitas. Hampir 30 UMKM di lima kota turut terlibat sehingga kegiatan juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal.

Direktur PT Garuda Gemah Nusantara Rizky Aidi mengatakan, penyelenggaraan di lima kota merupakan upaya menghadirkan kesempatan yang lebih merata bagi talenta sepak bola muda.

“Antusiasme yang kami lihat di setiap kota menunjukkan bahwa sepak bola memiliki tempat yang istimewa di hati generasi muda dan masyarakat Indonesia,” ujar Rizky.

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan, pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan ekosistem yang konsisten. Menurut dia, keterlibatan pemain, pelatih, orang tua, komunitas, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Dukungan terhadap sepak bola juga diperluas melalui kanal digital. Podcast “Nobar (Ngobrol Bola Ramean) with Coca-Cola” mencatat 518.789 views, 1.080 komentar, dan 3.519 likes dari delapan episode.

President Director Coca-Cola Indonesia Eva Lusiana mengatakan, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap Festival Sepak Bola Rakyat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman positif dan inklusif bagi generasi muda.

Selain festival, Coca-Cola Indonesia mengembangkan pembinaan melalui Coca-Cola University League. Hingga kini, program tersebut telah mencatat 98 pertandingan, melibatkan lebih dari 40 mahasiswa sukarelawan dan 21 perangkat pertandingan, serta menghasilkan lebih dari 6,9 juta tayangan video.

Pelatih Fabio Oliveira menilai, kesempatan bermain menjadi salah satu kebutuhan utama pemain muda. Dengan pengalaman bertanding dan pembinaan yang tepat, mereka dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mentalitas.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, GGN dan Coca-Cola Indonesia berupaya memperluas ruang tumbuh bagi talenta muda sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola dari tingkat akar rumput hingga universitas.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
Festival Sepak Bola Rakyat coca cola