MANADOPOST.ID — Padel tak lagi sekadar olahraga yang dimainkan di lapangan. Di Tomohon, olahraga yang tengah berkembang pesat ini mulai diarahkan menjadi ruang bertemunya komunitas, pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus membuka peluang baru bagi sport tourism di Sulawesi Utara.
Semangat itu akan dibawa dalam TOU TOMOHON TUMOU TOU PADEL TOURNAMENT yang dijadwalkan berlangsung di Tomohon Padel Court, Sabtu 10 Oktober 2026. Turnamen berbasis Special Invitation tersebut memadukan kompetisi dengan networking, hiburan, keterlibatan UMKM lokal dan nuansa khas Kota Bunga.
Ketua Panitia dr Hendra Kuganda, mengatakan penyelenggaraan turnamen berangkat dari melihat perkembangan padel yang semakin positif, baik di Sulawesi Utara maupun Indonesia.
“Kami ingin Tomohon ikut menjadi bagian penting dari pertumbuhan itu. Turnamen ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi menjadi wadah untuk mempertemukan komunitas, memperkenalkan padel kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus membawa semangat Torang Samua Basudara melalui olahraga,” ujar Dokter Hendra.
Menurutnya, unsur lokal menjadi pembeda utama agenda tersebut. Penyelenggara ingin peserta tidak sekadar datang untuk bertanding, tetapi mendapatkan pengalaman yang melekat dengan Tomohon.
“Kami ingin menghadirkan turnamen yang punya identitas Tomohon. Jadi bukan sekadar datang, bertanding, lalu pulang,” katanya.
Konsep itu diperkuat dengan keterlibatan UMKM, hiburan serta atmosfer Kota Bunga. Hendra berharap para peserta maupun penonton dapat membawa pulang pengalaman, bukan hanya hasil pertandingan.
Dari sisi kompetisi, turnamen mempertandingkan kategori Men’s Bronze dengan biaya Rp600 ribu per tim dan Women’s Low Bronze–Bronze sebesar Rp550 ribu per tim. Babak penyisihan menggunakan sistem Round Robin sebelum peserta terbaik melanjutkan perjalanan ke fase knockout.
Selain persaingan di lapangan, hadiah yang disiapkan mencapai puluhan juta rupiah. Tingginya minat juga telah terlihat sejak sebelum promosi resmi digencarkan.
Pembina sekaligus Host TOU TOMOHON Olke Lala SSi menyebut antusiasme pemain bahkan sudah membludak sebelum poster turnamen diumumkan.
“Ini menunjukkan bahwa sudah banyak yang mengenal TOU TOMOHON dan percaya dengan agenda-agenda yang kami buat,” ujar Olke.
Hendra berharap turnamen ini menjadi awal dari ekosistem padel yang semakin sehat dan besar di Tomohon maupun Sulawesi Utara. Ia juga melihat olahraga tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, UMKM dan dunia usaha.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat berani mencoba olahraga ini, komunitas semakin solid, UMKM dan dunia usaha ikut bertumbuh, dan ke depan Tomohon bisa dikenal bukan hanya sebagai Kota Bunga, tetapi juga sebagai salah satu destinasi sport tourism di Sulawesi Utara,” tuturnya.
Menariknya, kesempatan kolaborasi masih terbuka. Panitia hingga hari ini masih membuka peluang bagi sponsor maupun mitra usaha yang ingin bergabung dalam turnamen. Pelaku usaha yang tertarik mendukung sekaligus mengambil bagian dalam agenda tersebut dapat langsung menghubungi panitia TOU TOMOHON TUMOU TOU.
Dengan menggabungkan olahraga, komunitas dan potensi ekonomi lokal, turnamen Oktober mendatang diharapkan menjadi lebih dari sekadar pertandingan padel, tetapi sebuah pengalaman yang ikut memperkenalkan Tomohon melalui olahraga. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos