AQUA DBL Dance 2026 Bikin Batik Naik Panggung, Budaya Indonesia Tampil Kekinian

Kenjiro Tanos • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:32 WIB
AQUA DBL Dance 2026 membawa batik dan wastra Nusantara ke panggung modern, membuktikan budaya Indonesia tetap relevan di kalangan pelajar.
AQUA DBL Dance 2026 membawa batik dan wastra Nusantara ke panggung modern, membuktikan budaya Indonesia tetap relevan di kalangan pelajar.

 

MANADOPOST.ID — Batik tak lagi hanya hadir di ruang-ruang formal. Di panggung AQUA DBL Dance 2026, kain tradisional Indonesia justru bergerak mengikuti irama musik, koreografi modern, hingga konsep pertunjukan yang dirancang anak-anak muda.

Momentum itu terasa semakin relevan bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Tahun ini, AQUA DBL Dance mengusung tema “100% Indonesia”, memberi ruang bagi pelajar untuk menerjemahkan keberagaman budaya Nusantara melalui kreativitas mereka sendiri.

Hasilnya terlihat di berbagai kota penyelenggaraan DBL. Wastra Nusantara tidak sekadar menjadi pelengkap kostum, tetapi masuk ke dalam konsep pertunjukan, properti, musik hingga koreografi.

Di Surabaya, misalnya, tim SDOB (Sixers Dance One Blood) dari SMAN 6 Surabaya menjadikan batik sebagai elemen utama penampilan. Para dancer bahkan terlibat langsung dalam proses mengolah kain tersebut menjadi kostum dan properti.

“Kami ingin membawa batik dari imagenya tradisional itu ke arah modern. Harapannya batik tidak hanya diakui UNESCO, tapi batik itu bisa kayak mendunia,” ujar Keisha Bella Valencia Irawan, salah satu dancer SDOB.

Semangat serupa ditunjukkan Xtrada dari SMAN 2 Jombang. Mereka memadukan kebaya dan batik dengan gaya modern, sekaligus memasukkan musik tradisional Bali dan Jawa Tengah.

“Budaya tradisional dan modern itu tak harus berlawanan. Malah bisa di-blend,” kata kapten Xtrada, Alisha Nathania Putri atau Lisha.

Eksplorasi budaya juga hadir dari SMAN 1 Yogyakarta. Mereka mengangkat makna sejumlah motif batik seperti Parang, Kawung dan Mega Mendung melalui gerakan tari. Penampilan ditutup dengan kemunculan burung merak sebagai simbol keberanian menunjukkan jati diri dan keberagaman Indonesia.

Cerita berbeda datang dari sejumlah tim di Jawa Barat, Jakarta hingga Palembang. SMAN 2 Bandung, SMA BPK Penabur Singgasana, SMA Taruna Bakti, SMA Perguruan Rakyat 2 Jakarta dan SMA Xaverius 1 Palembang sama-sama membawa unsur budaya ke dalam konsep pertunjukan mereka dengan pendekatan masing-masing.

Di Palembang, The Reverie dari SMA Xaverius 1 mengangkat tema “Kartini: Woman Empire”. Batik digunakan sebagai bagian dari visual pertunjukan yang membawa pesan tentang perjuangan perempuan untuk berkembang dan berprestasi.

Marketing Director AQUA Adisti Nirmala mengatakan, kreativitas para peserta menunjukkan bahwa budaya dapat terus hidup ketika generasi muda merasa dekat dengan warisan tersebut.

“AQUA percaya bahwa budaya akan tetap hidup ketika generasi muda merasa dekat dan bangga terhadapnya,” ujar Adisti.

AQUA DBL Dance merupakan bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027. Pada musim ini, program tersebut digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi, dengan tema “100% Indonesia”.

Lewat panggung dance, batik dan wastra Nusantara akhirnya tidak hanya dikenakan, tetapi diolah, ditafsirkan dan diperkenalkan kembali dengan bahasa kreativitas generasi muda. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
AQUA DBL Dance 2026 Hari Batik Nasional 2026 batik anak muda DBL Dance 2026 budaya Indonesia modern