Penerapan Level Pandemi Pengaruhi Kondisi Ekonomi Sulut
Tanya Rompas• Senin, 8 November 2021 | 09:45 WIB
PhotoOleh:Dr Robert WinerunganEkonom SulutMENURUT data BPS, Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan III jika dibanding dengan triwulan II tahun 2021 tumbuh sebesar 1,82 persen (q-to-q) sedangkan jika dibanding dengan Triwulan III-2020 tumbuh sebesar 3,15 persen (y-on-y). Sedangkan Ekonomi Sulawesi Utara secara kumulatif hingga triwulan III-2021 terhadap kumulatif hingga triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 4,45 persen (c-to-c). sektor usaha yang mengalami pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen tumbuh, namun pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi serta konsumsi. Artinya perekonomian Sulawawesi Utara sampai Triwulan III Tahun 2021 sudah mulai membaik karena mengalami pertumbuhan jika disbanding dengan triwulan sebelumnya maupun terhadap triwilan III tahun 2020 yang lalu serta kumulatif ditahun 2021 ini. Sampai dengan Triwulan III ekonomi nasional masih dibayangi dengan PPKM Pandemi Covid-19 di Level IV dan turun ke level III. Namun mengkhiri tahun 2021 ini di bulan November Level PPKM Sulawesi Utara telah turun kelevel I. ini berarti perekonomian Sulawesi utara akan makin terbuka diakhir tahun 2021 dan mudah-mudahan level PPKM di Sulut makin stabil di level I ini bahkan bisa lebih rendah lagi sehingga perekonomian makin bergairah dimana kapasitas porduksi barang dan jasa akan makin meningkat. Dugaan bahwa dari sektor lapangan usaha ternyata akomodasi, makan minum menjadi penyumbang tertinggi dan semoga diakhir tahun ini transportasi akan makin tumbuh yang sampai dengan Triwulan III tahun 2021 masih terpuruk bersama dengan sektor perdagangan. Sementara itu disektor pengeluaran/permintaan sektor yang menyumbang pertumbuhan tertinggi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi. Ini berarti Daerah Sulawesi Utara ini makin dilirik investor untuk menanamkan modalnya khususnya untuk implemantasi Kawasan KEK di Bitung dan Likupang. Ini juga menandakan lapangan kerja di Sulawesi Utara akan makin terbuka sehingga pengangguran akan makin menurun. (asr) Editor : Tanya Rompas