Oleh: Ivanry Matu
Wakil Ketua Umum Kadin Sulut
Wakorwil IMA Sulut
KEBERLANJUTAN rute penerbangan langsung Manado-Incheon oleh maskapai Eastar Jet kini menjadi pertaruhan serius bagi industri pariwisata Sulawesi Utara (Sulut).
Saya menilai terobosan pemerintah ini harus diimbangi dengan strategi branding dan experience yang kuat, berbasis pada keunggulan lokal, pelajaran dari rute internasional yang belum berhasil di tahun-tahun sebelumnya adalah karena kurangnya kesiapan produk wisata yang konsisten. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan yang bergerak dalam dunia pariwisiata harus proaktif dan berkumpul saling kerjasama untuk merumuskan strategi jangka panjang, beberapa hal yang jadi pertimbangan :
- Memperkuat Experience dan Keunggulan Lokal
Sulut tidak hanya menjual keindahan alam bawah laut Bunaken atau Likupang, tetapi juga kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya. Oleh karena itu, strategi marketing harus fokus pada pariwisata experience.
"Fasilitas fisik sebenarnya sudah cukup, yang kita butuhkan sekarang adalah strategi marketing jangka panjang dan konsisten, Sulut itu kaya akan potensi yang bisa dijual seperti keramahan, budaya, dan kulinernya,"
- Ide "Panggung Budaya Konsisten"
Ambil contoh di Manado Beach Walk (MBW) Malalayang. Area tersebut sangat potensial menjadi pusat pementasan kearifan lokal yang terjadwal rutin. Kita bisa menggelar pertunjukan seperti Masamper, Katrili, Kabasaran, Paduan Suara (Choir), Kolintang, hingga Musik Bambu secara bergantian setiap malam,
Pementasan yang komit dan konsisten ini akan mengubah MBW menjadi destinasi rutin, terutama jika digabungkan dengan atraksi kuliner dan jajanan Manado. Hal ini akan menciptakan experience yang kuat dan menjadi daya tarik berulang (repeat destination).
Ada banyak destinasi di Sulut yang wajib dikelola secara profesional agar para turis akan menikmati suguhan yang berkesan dan itu akan menjadi cerita pengalaman yang menarik, disinilah peran strategi Word of Mouth (WoM).
- Rute Segitiga Incheon-Cebu-Manado untuk Stabilitas dan Kontinuitas.
Selain experience lokal, untuk menciptakan stabilitas pasar melalui rute Regional Asia Tenggara Strateginya adalah Rute Segitiga: 'Jual Paket Lengkap' ke Turis Korea atau Turis Indoonesia.
Untuk menjamin tingkat keterisian pesawat (load factor) tetap tinggi dan tidak rentan terhadap fluktuasi pasar, perlu ada pengembangan paket tur "Rute Segitiga Incheon (Seoul) – Cebu – Manado (PP)".
Ide ini didasarkan pada analisis pasar yaitu:
Pertama, Mengambil Basis Pasar Cebu: Cebu, Filipina, adalah destinasi yang sudah sangat matang dan populer di mata wisatawan Korea.
Kedua, Menawarkan Nilai Tambah (Added Value): Paket segitiga memungkinkan operator travel menjual experience yang lebih kaya: wisatawan dapat menikmati "Resort & Hiburan" standar tinggi di Cebu, yang kemudian dilanjutkan dengan pengalaman "Keindahan Bawah Laut & Budaya Lokal Otentik" di Manado (Bunaken, Likupang, Minahasa).
Ketiga, Memperkuat Posisi Manado: Dengan demikian, Manado tidak diposisikan sebagai pesaing Cebu, melainkan sebagai destinasi pelengkap yang harus dikunjungi. Hal ini secara otomatis meningkatkan daya tawar Manado di mata operator tur Korea.
Jika kita hanya menawarkan Manado, kita bersaing keras. Tapi jika kita menjual paket 'Korea-Cebu-Manado', kita menjual paket lengkap Asia Tenggara yang unik, Strategi multidestination seperti Incheon-Cebu-Manado adalah kunci untuk menjamin load factor Eastar Jet. Kita menjual paket lengkap: resort di Cebu, diving kelas dunia di Manado. Ini adalah cara cerdas untuk mendiversifikasi risiko dan memanfaatkan volume turis Korea yang sudah mapan di Cebu,
Selain itu rute ini akan membuka akses baik bagi pebisnis Filipina maupun Indonesia untuk saling mengoptimalkan peluang kerjasama dalam perdagangan bisnis ekspor-impor.
- Usulan Kadin: Buatlah Blue Print Pariwsata saling bersinergi dengan Komitmen Jangka Panjang.
Pemerintah Provinsi perlu mengkonsolidasikan seluruh asosiasi, termasuk ASITA, PHRI, Asosiasi Restoran, dan EO, Pegiat UMKM dan para BUMN yg membina UKM.
Peluang ini harus digarap dengan benar dan serius. Kadin mendorong agar sinergi ini melahirkan sebuah blueprint pariwisata yang memiliki strategi jangka panjang. Jangan sampai, rute penerbangan ini kembali sepi karena produk wisata kita tidak inovatif dan tidak konsisten,
Saya berharap Sulut dapat menjadi gerbang pariwisata Asia Pasifik yang maju, berdaya saing dan berkelanjutan.
(***)
Editor : Tanya Rompas