Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gempa Laut Maluku 2 April 2026: Sulawesi Utara Terdampak, Tsunami Sempat Mengancam

ALengkong • Kamis, 9 April 2026 | 15:41 WIB
Gempa dan Tsunami Di Indonesia mpmeta
Gempa dan Tsunami Di Indonesia
mpmeta

 

MANADOPOST.ID - Guncangan kuat dari dasar Laut Maluku pada 2 April 2026 kembali mengingatkan betapa rawannya wilayah Indonesia terhadap bencana alam. Gempa besar yang terasa hingga Sulawesi Utara ini sempat memicu peringatan tsunami dan kepanikan warga, sekaligus menimbulkan kerusakan nyata di berbagai daerah terdampak.

Guncangan Kuat dari Laut Maluku

Pada 2 April 2026 pagi hari, Indonesia kembali diguncang gempa besar yang berpusat di Laut Maluku, tepatnya di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Gempa ini memiliki kekuatan sekitar magnitudo 7,4 hingga 7,6 dengan kedalaman sekitar 35 kilometer di bawah permukaan laut. Laut Maluku memang dikenal sebagai wilayah yang aktif secara tektonik karena berada di zona pertemuan lempeng bumi yang kompleks, sehingga gempa besar seperti ini bukan hal baru, tetapi tetap berbahaya. Getaran gempa terasa sangat kuat di beberapa wilayah seperti Manado, Bitung, dan Ternate. Banyak warga panik dan langsung keluar rumah karena guncangan berlangsung sekitar 10–20 detik, cukup lama untuk ukuran gempa besar.


Tsunami Sempat Mengancam, Tapi Tidak Besar

Sesaat setelah gempa terjadi, peringatan tsunami langsung dikeluarkan oleh otoritas Indonesia dan bahkan berdampak ke negara lain seperti Filipina dan Malaysia. Hal ini karena gempa terjadi di bawah laut dan berpotensi memicu gelombang besar. Namun, setelah pemantauan lebih lanjut, tsunami yang terjadi tergolong kecil. Gelombang tertinggi tercatat sekitar 0,75 meter di wilayah Minahasa Utara, sementara di daerah lain hanya berkisar 0,2 hingga 0,3 meter. Meski tidak besar, kondisi ini tetap berbahaya bagi masyarakat pesisir. Peringatan tsunami akhirnya dicabut beberapa jam setelah gempa, tetapi masyarakat tetap diminta waspada, terutama karena potensi gempa susulan.


Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan

Dampak gempa ini tidak hanya terasa dari getarannya, tetapi juga dari kerusakan yang ditimbulkan. Setidaknya satu orang dilaporkan meninggal dunia, yaitu seorang perempuan berusia 70 tahun di Manado akibat tertimpa bangunan yang runtuh. Beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Selain korban jiwa, banyak bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum seperti gereja. Di beberapa wilayah, kerusakan tergolong ringan hingga sedang, namun ada juga bangunan yang runtuh. Secara keseluruhan, ratusan bangunan dilaporkan rusak akibat gempa ini, terutama di daerah yang dekat dengan pusat gempa.


Gempa Susulan dan Ancaman Lanjutan

Setelah gempa utama, aktivitas gempa belum berhenti. Puluhan hingga ratusan gempa susulan tercatat, dengan beberapa di antaranya cukup kuat, bahkan mencapai magnitudo di atas 5 hingga 6. Gempa susulan ini menjadi ancaman tambahan karena bisa memperparah kerusakan bangunan yang sudah melemah dan meningkatkan risiko bagi masyarakat. Oleh karena itu, warga diminta untuk menjauhi bangunan retak dan tetap siaga.


Respons dan Imbauan Pemerintah

Setelah kejadian, pemerintah Indonesia melalui BNPB dan BMKG langsung melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendataan kerusakan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, terutama bagi yang tinggal di wilayah pesisir. Warga juga diimbau untuk tidak kembali ke bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah agar tidak terjebak hoaks atau kepanikan berlebihan.


Penutup

Gempa 2 April 2026 di Sulawesi Utara menjadi pengingat kuat bahwa Indonesia adalah wilayah rawan bencana. Meskipun tsunami yang terjadi tidak besar, dampak gempa tetap signifikan dengan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan zona rawan gempa.

Di Buat Oleh: Y.M.G

Editor : ALengkong
#tsunami #sulawesi utara #Gempa