mpmeta
manadopost.id - melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara menyebabkan ratusan rumah rusak serta memicu kepanikan warga akibat ancaman tsunami.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 190 rumah mengalami kerusakan dan 355 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dalam peristiwa ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kota Manado dan satu lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa.
Kerusakan juga meliputi berbagai fasilitas umum seperti satu hotel, lima kantor pemerintahan, serta Gedung KONI di Kota Manado yang turut terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah rusak, satu kantor pemerintahan terdampak, dua fasilitas ibadah rusak, serta satu akses jalan mengalami gangguan.
Di wilayah Maluku Utara, dampak gempa dirasakan lebih luas dengan ratusan kepala keluarga terdampak di beberapa daerah seperti Ternate, Halmahera Tengah, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan.
BNPB juga mencatat sebanyak 355 warga mengungsi di Kota Tidore Kepulauan akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan dan potensi tsunami.
Di Kota Ternate, kerusakan rumah cukup signifikan dengan rincian 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, dan 66 rusak ringan serta enam fasilitas ibadah terdampak.
Sementara di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, lima fasilitas ibadah terdampak, dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan.
Kerusakan tambahan juga terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan berupa dua rumah rusak sedang, satu fasilitas pendidikan, dan satu jembatan terdampak.
Di Kabupaten Halmahera Tengah, dua rumah dilaporkan rusak berat dan lima rumah rusak sedang, sedangkan di Halmahera Barat terdapat lima rumah rusak ringan.
Gempa ini terjadi pada Kamis pagi pukul 05.48 WIB dengan kedalaman 33 kilometer dan berpusat di laut sekitar 132 kilometer barat laut Ternate.
Getaran gempa dirasakan kuat di berbagai wilayah seperti Bitung, Minahasa, Ternate, Tidore Kepulauan, serta sejumlah kabupaten di Halmahera.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami beberapa menit setelah gempa terjadi yang memicu kepanikan warga di wilayah pesisir.
Beberapa daerah dilaporkan mengalami tsunami kecil dengan ketinggian gelombang hingga 0,75 meter meski tidak menimbulkan kerusakan besar.
Peringatan dini tsunami akhirnya dicabut pada pukul 09.56 WIB setelah kondisi dinyatakan aman dan tidak lagi berpotensi membahayakan.
Pihak BPBD di masing-masing daerah kini terus melakukan penanganan darurat serta pendataan lanjutan terhadap dampak gempa di lapangan.
Di Buat Oleh: Y.M.G