MANADOPOST.ID- Salah satu pemerintah provinsi resmi mengembalikan satu unit mobil dinas mewah senilai miliaran rupiah kepada penyedia, dana kembali masuk ke kas daerah.
Suatu badan pemerintah membeli puluhan ribu motor listrik dengan harga yang diduga markup.
Seorang menteri melakukan sidak dan melihat 18 printer di satu ruang kerja tata usaha. Sewa tanaman hias bernilai miliaran rupiah hanya untuk sebuah ruang kerja wakil menteri.
Berita-berita perihal pemborosan penggunaan anggaran baik APBN/APBD dapat dengan mudah kita temui beritanya diberbagai media arus utama (mainstream) dan lebih banyak lagi ditemukan di media sosial.
Problem APBN dan Tax Ratio
Di sisi lain penerimaan hingga akhir Desember 2025 sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 yang sebesar Rp2.189,3 triliun dengan demikian terjadi shortfall.
Tax ratio pada tahun 2025 sebesar 9,31 persen dari PDB, turun dibandingkan dengan tax ratio tahun 2024 sebesar 10.08%. Berbagai faktor menjadi penyebab penurunan tersebut, diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran pajak. Banyak masyarakat yang seharusnya mampu membayar pajak, masih belum paham manfaat pajak bagi kemakmuran bangsa Indonesia.
Di tengah kesadaran pajak yang masih rendah, luka masyarat bertambah dengan berita perilaku oknum yang tidak bijaksana dalam penggunaan APBN/APBD.
Ide “Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda”
Di suatu pagi hari Sabtu 18 Oktober 2025, di sebuah kapal roro yang melayani transportasi masyarakat secara gratis antar pulau di ujung Sulawesi Utara, penulis mendengar obrolan beberapa pejabat yang mengusulkan agar tiap fasilitas yang dibiayai oleh negara diberi tulisan “Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda”.
Contohnya di kapal roro yang kami tumpangi itu. Menurut hemat penulis ini sebuah ide yang sangat sederhana, mudah dipahami, mudah dilakukan, namun memiliki pesan sangat kuat dan mendalam kepada semua stake holder instansi pajak pusat dan daerah.
Pesan Kuat dan Makna Mendalam
“Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda” harus ditulis dan harus mudah dibaca karena tertera disemua fasilitas/aset milik pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk BUMN/BUMD.
Sebagai prasasti pengingat untuk stake holder, pengingat bagi pembayar pajak bahwa uang pajak yang dikumpulkan dimanfaatkan untuk kemakmuran bangsa, pengingat kepada pejabat pusat dan daerah agar bijaksana dalam belanja APBN/APBD, sebagai pengingat kepada pengemplang pajak seharusnya malu telah menikmati berbagai fasilitas meski tanpa berkontribusi melalui pajak.
Kampanye “Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda” di setiap fasilitas pemerintah harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan hingga generasi berikutnya. Agar tertanam menjadi budaya bahwa membayar pajak adalah akhlak yang mulia dalam meratakan pembangunan berbasis masyarakat, hingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pajak.
Menjadi budaya masyarakat dengan mudah mengawasi kualitas dan kuantitas pembangunan yang dihasilkan.
Memberikan literasi demokrasi kepada masyarakat bahwa setiap bantuan sosial yang diterima sumber dananya berasal dari pajak bukan dari pasangan calon tertentu.
Menjadi prasasti good governance kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menyediakan fasilitas yang memang diperlukan.
Membelanjakan uang pajak dengan bijaksana untuk keperluan yang tepat guna. Sekaligus pengingat setiap pejabat bahwa ketika menggunakan mobil dinas “Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda” harus selalu rendah hati menghargai pengendara lain di jalan raya.
Menjadi kampanye efektif sekaligus teguran keras bagi pengemplang pajak agar timbul rasa malu karena semua fasilitas yang disediakan oleh pemerintah tersurat pesan yang menusuk
“Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda”. Di mana pun dan kapan pun mata terbuka pesan itu langsung menyentil dirinya yang nihil kontribusi.
Makna Linguistik dan Komunikatif
Kata “dibiayai” dalam kalimat "Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda" jika ditinjau dari lingustik dan komunikatif memiliki alasan berikut:
Makna yang Lebih Konkret.
Kata "dibiayai" memberikan gambaran yang jelas tentang aliran dana. Ini menegaskan bahwa ada proses finansial yang nyata dari kantong rakyat menuju fasilitas tersebut.
Transparansi Publik.
Kata ini sering digunakan dalam administrasi negara untuk menunjukkan akuntabilitas. Ini mempertegas fungsi pajak sebagai sumber pendanaan utama pembangunan.
Kesan Formal dan Tegas.
Kata "dibiayai" terdengar lebih profesional dan berwibawa untuk konteks pelayanan publik.
Penutup : Bukan Jargon
Sebagai penutup agar kampanye "Fasilitas Ini Dibiayai dari Pajak Anda" tidak menjadi jargon sesaat kemudian dilupakan, maka perlu suatu aturan hukum tertulis yang mewajibkan penulisannya di setiap fasilitas/aset pemerintah pusat dan daerah termasuk BUMN/BUMD serta secara konsisten dilaksanakan.