Pelaksanaan Pesta Demokrasi, Negara harus Belajar dari GMIM

Clavel Lukas • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Recky Montong
Recky Montong

Penulis: Pnt Recky Montong
Wakil Ketua BPMS Bidang Data Informatika dan Litbang

MANADOPOST.ID-- Jumat, 16 Oktober 2026, akan menjadi hari bersejarah bagi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Sebanyak 11.720 kolom akan menggelar pesta demokrasi gerejawi secara serentak untuk memilih Penatua dan Diaken yang akan mengemban tanggung jawab pelayanan bagi masa depan gereja.

Jika setiap kolom memilih satu Penatua dan satu Diaken, maka akan terpilih 23.440 calon Pelayan Khusus. Sebuah peristiwa demokrasi berskala besar yang berlangsung bukan di gedung-gedung megah, melainkan di tengah kehidupan jemaat, tempat iman bertumbuh dan pelayanan dijalankan setiap hari.

Baca Juga: GMIM Catat Rekor,  Ada 11.720 TPS Kolom,  5.445 TPS BIPRA, dan  25 Ribuan Panitia TANPA DIBAYAR

Pemilihan dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WITA hingga selesai, diawali dengan ibadah bersama. Inilah keunikan demokrasi gerejawi: proses pemilihan tidak dimulai dengan kampanye politik, tetapi dengan doa dan persekutuan dalam ibadah.

Kolom, Akar Kehidupan Gereja

Dalam sistem organisasi GMIM yang mengenal tiga aras pelayanan, yakni Jemaat, Wilayah, dan Sinode, kolom merupakan unit pelayanan terkecil di aras Jemaat.

Justru dari unit terkecil inilah kepemimpinan gereja bertumbuh. Penatua dan Diaken dipilih dari tengah-tengah warga jemaat, oleh warga jemaat, untuk melayani warga jemaat dalam terang panggilan Kristus.

Baca Juga: MTPJ GMIM 18-24 Oktober 2026, 2 Petrus 1:3-15

Baca Juga: Materi Khotbah 2 Petrus 1:3–15, Berusahalah Sungguh-sungguh Supaya Panggilan Dan Pilihanmu Makin Teguh

Di sinilah demokrasi gereja memperoleh makna yang mendalam. Yang dipilih bukan untuk menjadi penguasa, melainkan pelayan. Bukan untuk memperoleh kehormatan, melainkan untuk memikul tanggung jawab.

Berlanjut pada 18 Oktober

Pesta demokrasi GMIM tidak berhenti pada pemilihan di kolom. Minggu, 18 Oktober 2026, proses akan dilanjutkan dengan pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial, meliputi Pria/Kaum Bapa, Wanita/Kaum Ibu, Pemuda, Remaja, dan Anak.

Ada ketentuan menarik sekaligus penting dalam mekanisme pemilihan ini. Calon Diaken yang telah terpilih tetapi menolak tidak dapat dipilih sebagai calon Penatua maupun Ketua Komisi Pelayanan Kategorial. Demikian pula calon Penatua terpilih yang menolak tidak dapat dipilih menjadi calon Ketua Komisi Pelayanan Kategorial.

Ketentuan ini menegaskan bahwa pemilihan Pelayan Khusus bukanlah ajang mencoba peruntungan untuk memperoleh jabatan yang lebih tinggi.

Pelayanan bukan soal memilih kedudukan yang paling bergengsi, tetapi kesediaan menerima tanggung jawab yang dipercayakan.

Karena itu, setiap warga jemaat diharapkan memahami dan menaati pedoman serta aturan pemilihan yang telah disosialisasikan. Demokrasi gerejawi harus berlangsung tertib, jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Pesta Demokrasi yang Tidak Membutuhkan Biaya Fantastis

Salah satu hal yang patut dibanggakan ialah kesederhanaan penyelenggaraannya. Tanpa kebutuhan kampanye politik berbiaya besar, pemilihan Pelayan Khusus GMIM menunjukkan bahwa demokrasi dapat dijalankan dengan semangat pengabdian dan kebersamaan.

Dengan 11.720 kolom dan puluhan ribu calon Pelayan Khusus yang akan terpilih, pesta demokrasi ini layak disebut sebagai salah satu contoh demokrasi gerejawi yang sangat hemat dalam penyelenggaraannya.

Bahkan, secara retoris, pesta demokrasi GMIM dapat disebut sebagai pesta demokrasi termurah di dunia. Sebuah ungkapan yang bukan dimaksudkan sebagai klaim rekor dunia, melainkan penegasan bahwa nilai demokrasi tidak ditentukan oleh besarnya uang yang dikeluarkan.

Demokrasi yang bermartabat tidak harus mahal. Yang mahal seharusnya adalah nilai kejujuran, integritas, pengorbanan, dan tanggung jawab moral para pemimpin yang terpilih.

Bukan Sekadar Memilih, tetapi Membangun Masa Depan GMIM

Pesta demokrasi ini harus menjadi momentum pembaruan kehidupan bergereja.

Pemilihan Pelayan Khusus bukanlah pertandingan antara kelompok, keluarga, atau kepentingan tertentu. Tidak seharusnya ada permusuhan karena perbedaan pilihan, apalagi perpecahan setelah hasil pemilihan diumumkan.

Sebab, yang sedang dibangun bukanlah kekuasaan seseorang, melainkan kehidupan gereja sebagai tubuh Kristus.

Warga jemaat memiliki hak untuk memilih, tetapi sekaligus tanggung jawab moral untuk mempertimbangkan kualitas iman, keteladanan hidup, kesetiaan beribadah, kerendahan hati, serta kesediaan melayani dari setiap calon.

Para calon pun perlu menyadari bahwa menjadi Penatua dan Diaken bukanlah kenaikan status sosial, melainkan panggilan untuk melayani, mendengar, mengunjungi, menguatkan, dan memperhatikan kehidupan jemaat.

GMIM membutuhkan pemimpin yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu mendengar; bukan hanya rajin menghadiri rapat, tetapi setia mengunjungi jemaat; bukan hanya memahami aturan, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus dalam pelayanan nyata.

Demokrasi yang Dipimpin oleh Iman

Pemilihan yang dimulai dengan ibadah seharusnya memberikan pesan spiritual yang kuat: Tuhan harus ditempatkan di atas segala kepentingan manusia.

Karena itu, semua pihak diajak menjadikan pemilihan ini sebagai perayaan iman, persaudaraan, dan tanggung jawab bersama.

Siapa pun yang terpilih harus didukung. Siapa pun yang belum terpilih tetap merupakan bagian penting dari tubuh Kristus. Sebab melayani Tuhan tidak harus selalu melalui jabatan gerejawi.

Pada akhirnya, keberhasilan pesta demokrasi GMIM tidak hanya diukur dari jumlah Penatua dan Diaken yang berhasil dipilih, tetapi dari kualitas persaudaraan yang tetap terpelihara, kesetiaan terhadap aturan, serta lahirnya pemimpin-pemimpin yang sungguh memiliki hati seorang hamba.

Selamat menyongsong Pesta Demokrasi GMIM, 16 dan 18 Oktober 2026!

11.720 kolom, 23.440 calon Pelayan Khusus, satu gereja, satu iman, dan satu panggilan: MELAYANI, BUKAN DILAYANI.

Pemilihan boleh berakhir dalam 1 hari, tetapi tanggung jawab pelayanan 1 Periode

Editor : Clavel Lukas
Diaken Recky Montong GMIM Pemilihan Pelsus Penatua