Meskipun menghadapi dinamika pasar yang menantang pada tahun 2023 dengan penurunan permintaan hingga 9%, Mitsubishi Fuso tetap kokoh sebagai Market Leader dengan raihan Market Share sebesar 39,2%. Dalam kategori light duty truck (LDT), Canter menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa pasar mencapai 53%, sementara dalam kategori medium duty truck (MDT), Fighter X mencatat pertumbuhan positif dengan pangsa pasar 18%.
Selain dari sisi penjualan, Mitsubishi Fuso juga fokus pada layanan purna jual dengan perluasan layanan after sales service seperti Bengkel Siaga 24 Jam, parts depo, dan mobile workshop service. Penjualan spare part mencatatkan rekor tertinggi pada tahun 2023, meningkat hingga 17% dibandingkan tahun sebelumnya.
Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menegaskan komitmen perusahaan untuk fokus pada kepuasan konsumen. Dalam upaya meningkatkan market share di tahun 2024 menjadi 41%, Mitsubishi Fuso akan mengadopsi strategi "customer-first" dengan mendengarkan masukan konsumen dan menyediakan solusi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Beberapa strategi yang akan dijalankan termasuk menyediakan produk dan layanan yang disesuaikan dengan karakter, area, dan jenis bisnis konsumen, peningkatan pelayanan dealer dengan menambah dealer-dealer berstatus Fuso Pro-Shop, serta digitalisasi dengan pengembangan fitur Runner seperti Bengkel Runner.
Tidak hanya itu, Mitsubishi Fuso juga siap memanjakan konsumennya dengan berbagai promo service yang menguntungkan selama bulan Ramadhan. Mulai dari diskon untuk penggantian filter oli dan filter solar, hingga penawaran khusus untuk oli mesin dan jasa pengerjaan. Bengkel Siaga 24 Jam dan Mobile Workshop Service juga akan tetap beroperasi penuh selama bulan Ramadhan sampai Lebaran.
Menyambut bulan Juli 2024, Mitsubishi Fuso akan meluncurkan truk listrik eCanter, yang akan ditargetkan terutama pada sektor bisnis logistik di wilayah Jabotabek. Dengan berbagai strategi baru ini, Mitsubishi Fuso bertekad untuk terus memenuhi kebutuhan konsumen dari beragam sektor industri.(*)
Editor : Amelia Beatrix