Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pentingnya Mengganti Air Radiator Secara Berkala

Foggen Bolung • Rabu, 12 Februari 2025 | 15:59 WIB
Mengganti air radiator.
Mengganti air radiator.

MANADOPOST.ID—Air radiator memiliki peran krusial dalam menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheat. Namun, banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikan penggantian air radiator secara berkala, padahal hal ini bisa berdampak pada performa mesin dan umur pakai komponen pendingin.

Mengapa Air Radiator Harus Diganti Secara Berkala?

  1. Mencegah Overheat pada Mesin

Fungsi utama air radiator adalah menyerap dan membuang panas dari mesin. Seiring waktu, cairan ini bisa mengalami penurunan kualitas sehingga tidak lagi mampu mendinginkan mesin dengan optimal. Jika dibiarkan, mesin bisa mengalami overheating yang berpotensi merusak komponen vital.

  1. Mencegah Penumpukan Karat dan Kotoran

Air radiator yang lama tidak diganti bisa mengandung kotoran dan endapan yang dapat menyumbat saluran pendingin. Akibatnya, aliran cairan pendingin menjadi terhambat dan kinerja radiator menurun. Penggantian berkala membantu menjaga sistem tetap bersih dan bebas dari karat.

  1. Memperpanjang Umur Radiator dan Komponen Pendingin

Kandungan zat aditif dalam cairan radiator dapat melindungi bagian dalam sistem pendingin dari korosi. Jika air radiator tidak diganti dalam waktu lama, efek perlindungan ini berkurang, sehingga mempercepat kerusakan pada radiator, thermostat, dan pompa air.

  1. Menjaga Efisiensi Bahan Bakar

Mesin yang bekerja pada suhu ideal akan lebih efisien dalam pembakaran bahan bakar. Jika sistem pendingin tidak berfungsi dengan baik akibat air radiator yang kotor atau sudah lama tidak diganti, mesin bisa bekerja lebih keras dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Kapan Sebaiknya Mengganti Air Radiator?

Idealnya, penggantian air radiator dilakukan setiap 20.000 hingga 40.000 km, atau sekitar 1-2 tahun, tergantung rekomendasi pabrikan kendaraan. Jika kendaraan sering digunakan dalam kondisi ekstrem, seperti perjalanan jauh atau lalu lintas padat, sebaiknya cek kondisi air radiator lebih sering.

Cara Mengecek dan Mengganti Air Radiator

  1. Pastikan mesin dalam kondisi dingin sebelum membuka tutup radiator.
  2. Periksa warna air radiator – jika sudah keruh atau berwarna kecoklatan, berarti sudah saatnya diganti.
  3. Buang cairan radiator lama dengan membuka saluran pembuangan di bagian bawah radiator.
  4. Bilas dengan air bersih atau radiator flush untuk menghilangkan sisa kotoran dan endapan.
  5. Isi ulang dengan cairan coolant yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
  6. Pastikan tidak ada udara yang terjebak di dalam sistem dengan menjalankan mesin beberapa menit setelah pengisian.

Mengganti air radiator secara berkala adalah langkah penting dalam perawatan kendaraan. Selain mencegah overheating, penggantian rutin juga membantu menjaga kebersihan sistem pendingin, memperpanjang umur komponen, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Jangan abaikan perawatan radiator agar kendaraan tetap dalam kondisi prima dan performa mesin selalu optimal.(fgn)

 

Editor : Foggen Bolung
#Air Radiator #radiator #otomotif #coolant #tips otomotif #mesin mobil