MANADOPOST.ID—Perkembangan teknologi otomotif membuat masyarakat kini dihadapkan pada dua pilihan populer: mobil listrik murni (EV) dan mobil hybrid. Keduanya digadang sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus efisien bahan bakar. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang sebenarnya lebih hemat untuk digunakan pada perjalanan jarak jauh?
Mobil listrik menawarkan keuntungan utama dari sisi biaya operasional. Mengisi daya baterai jauh lebih murah dibandingkan mengisi bahan bakar minyak. Jika dihitung per kilometer, biaya perjalanan mobil listrik bisa lebih rendah hingga 50 persen. Selain itu, mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga cocok untuk pengendara yang peduli lingkungan. Namun, tantangan terbesarnya ada pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Di perjalanan jarak jauh, pengemudi harus memastikan ada stasiun pengisian cepat di rute yang dilalui. Waktu pengisian yang relatif lebih lama dibandingkan mengisi bensin juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan.
Di sisi lain, mobil hybrid memadukan mesin bensin dengan motor listrik. Sistem ini memungkinkan mobil tetap hemat bahan bakar karena motor listrik bekerja pada kecepatan rendah atau kondisi macet, sementara mesin bensin mengambil alih di kecepatan tinggi. Untuk perjalanan jauh, mobil hybrid lebih praktis karena tidak bergantung sepenuhnya pada charging station. Pengisian cukup di SPBU biasa, membuatnya lebih fleksibel digunakan di berbagai daerah, termasuk yang infrastrukturnya belum mendukung mobil listrik murni.
Dalam hal efisiensi, mobil listrik lebih hemat bila perjalanan dilakukan di area dengan infrastruktur charging yang memadai, seperti kota besar atau jalur tol yang sudah dilengkapi SPKLU. Namun, untuk perjalanan antar kota atau daerah yang minim fasilitas pengisian, mobil hybrid lebih unggul karena bisa menempuh jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya.
Kesimpulannya, mobil listrik unggul dari sisi biaya operasional dan ramah lingkungan, sementara mobil hybrid lebih fleksibel untuk penggunaan jarak jauh. Pemilihan keduanya sangat bergantung pada kebutuhan, ketersediaan infrastruktur, serta kebiasaan berkendara masing-masing pengemudi.(fgn)
Editor : Foggen Bolung