Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

BYD Uji Ketahanan Mobil Listrik di Suhu -22°C, Terisi 97 Persen dalam 12 Menit

ALengkong • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:14 WIB
Denza Z9GT sedang diisi daya dalam kondisi suhu ekstrem beku. (doc: BYD)
Denza Z9GT sedang diisi daya dalam kondisi suhu ekstrem beku. (doc: BYD)

MANADOPOST.ID— Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, membuktikan teknologi pengisian daya cepat "Flash Charging" miliknya tetap dapat bekerja optimal meski dalam kondisi cuaca ekstrem. Perusahaan tersebut membekukan salah satu unit Denza Z9GT selama 24 jam pada suhu -22°F (-30°C), lalu mengisi ulang baterainya menggunakan pengisi daya berkapasitas 1.500 kilowatt.

Hasilnya, mobil listrik mewah tersebut berhasil terisi dari 20 persen menjadi 97 persen hanya dalam waktu 12 menit, sesuai klaim BYD saat pertama kali memperkenalkan teknologi baterai generasi terbarunya. Setelah pengisian, indikator jarak tempuh pada mobil menunjukkan angka mendekati 1.009 kilometer, meski angka tersebut mengacu pada standar pengujian CLTC milik Tiongkok yang cenderung merepresentasikan kondisi berkendara di dalam kota dengan kecepatan lebih rendah dibanding jalan tol.

Uji coba ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kombinasi baterai Blade generasi kedua dan pengisi daya Flash charger terbaru BYD tetap unggul, bahkan di bawah kondisi yang biasanya menjadi kelemahan baterai konvensional. Dalam kondisi ideal, kendaraan listrik terbaru BYD diklaim mampu terisi dari 10 menjadi 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit, dan dari 10 menjadi 97 persen dalam waktu kurang dari 10 menit.

Terkait ambang batas pengisian di angka 97 persen, Chairman BYD, Wang Chuanfu, sebelumnya menjelaskan bahwa perusahaan sengaja menyisakan buffer sebesar tiga persen dalam setiap uji pengisian cepat. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi fitur regenerative braking setelah sesi pengisian Flash charging berlangsung, mengingat sistem tersebut akan otomatis nonaktif apabila baterai dalam kondisi penuh karena tidak ada lagi ruang untuk menyalurkan daya tambahan.

Sebagai perbandingan, mobil listrik terbaru Mercedes-AMG GT diklaim mampu menerima daya hingga 600 kW saat diisi menggunakan stasiun pengisian arus searah (DC), dengan waktu pengisian dari 10 menjadi 80 persen dalam 11 menit pada kondisi ideal. Sementara itu, Lucid Gravity SUV, yang disebut sebagai mobil listrik dengan pengisian tercepat di Amerika Serikat, tercatat mampu mengisi daya dari 0 menjadi 50 persen dalam 12,5 menit berdasarkan pengujian independen yang dilakukan kontributor InsideEVs sekaligus pembawa acara kanal YouTube State of Charge, Tom Moloughney.

Pencapaian BYD ini menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi pengisian daya cepat kendaraan listrik global, sekaligus menunjukkan bahwa performa baterai Blade generasi kedua tidak hanya unggul dalam kondisi ideal, tetapi juga tangguh menghadapi suhu ekstrem yang selama ini menjadi tantangan besar bagi teknologi baterai konvensional.

Editor : ALengkong
##mobil listrik ##Otomotif