MANADOPOST.ID-- Perjalanan ekspedisi spektakuler "Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi" resmi mencapai garis akhir (finish) di Kota Manado, Rabu (15/7). Mengawali start dari Kota Kendari pada 7 Juni lalu, kendaraan masa depan besutan Toyota ini sukses menempuh jarak fantastis lebih dari 6.200 kilometer melintasi 6 provinsi selama 39 hari nonstop tanpa kendala teknis sedikit pun.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian nyata ketangguhan New Veloz Hybrid EV—peraih Car of the Year 2026 dari Otomotif Award—sebagai MPV Hybrid 7-seater yang irit, praktis, dan sangat relevan untuk segala medan di Indonesia.
Kepala Cabang (Kacab) Hasjrat Toyota Tendean, Jeffry Kindangen, dalam sambutan hangatnya di acara finish ceremony di Wisata Bahari Rabu (15/7) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam.
"Puji syukur kepada Tuhan, kita boleh berkumpul dalam momen besar yang melahirkan sejarah baru di Indonesia. Atas nama seluruh keluarga besar Hasjrat Toyota, kami sangat bangga menjadi bagian dari sejarah ini, bangga karena ikut terukir dalam campaign ini, dan bangga bisa menyaksikan langsung momen bersejarah ini," ungkap Jeffry dengan penuh antusias.
Jeffry juga memberikan apresiasi tinggi kepada PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang telah sukses merancang dan mengeksekusi program ini. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar uji berkendara biasa. "Ini bukan hanya test drive, tetapi sebuah deklarasi bahwa Toyota hadir, tangguh, dan siap menemani mobilitas masyarakat. Kota Manado menjadi penutup yang sempurna untuk kegiatan ini, apalagi berbicara mengenai keragaman di Indonesia, selaras dengan semboyan torang: Torang Samua Basudara," tambahnya.
Ekspedisi Lintas Nusa 2.0 ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Lintas Nusa 1.0 yang sebelumnya menjelajahi Nusa Tenggara hingga Sumatera. Pemilihan Pulau Sulawesi sebagai destinasi kedua didasari oleh keinginan untuk mengeksplorasi cerita-cerita otentik daerah yang belum banyak terekspos secara nasional.
Medan jalan antar kota dan antar provinsi di Sulawesi dikenal sangat menantang, meliputi alur pegunungan ekstrem, pesisir pantai, jalan pedesaan, hingga area perkotaan padat. Menggunakan sistem estafet oleh 7 tim media, kendaraan ini melintasi rute luar mulai dari Kendari, Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Gorontalo, Kotamobagu, hingga akhirnya menyentuh Manado. Menariknya, meski rute terpanjang sempat menembus jarak lebih dari 1.000 km dalam waktu kurang dari satu minggu, mobil selalu dalam kondisi prima tiap kali diperiksa di titik pit stop.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menegaskan bahwa perjalanan nonstop ini merupakan sarana pengetesan performa dan keandalan sistem self-charging baterai hybrid Toyota di wilayah timur Indonesia. Didukung oleh kenyamanan kabin tipe mewah dan ketenangan ekstra berkat hadirnya spare tire, perjalanan pedalaman tetap aman tanpa kekhawatiran pengisian daya.
Kesuksesan ekspedisi ini juga tidak lepas dari dukungan kuat ekosistem Toyota melalui jaringan lebih dari 360 authorized outlet di seluruh Indonesia, termasuk kesiapan bengkel resmi dan teknisi tersertifikasi di sepanjang rute Sulawesi.
Marketing Director PT TAM, Hiroyuki Oide, menambahkan bahwa secara akumulatif, proyek Lintas Nusa 1.0 dan 2.0 telah membangun track record perjalanan New Veloz Hybrid EV sepanjang lebih dari 14.000 km di Indonesia. Langkah ini memperlihatkan bahwa kendaraan elektrifikasi Toyota diriset khusus agar cocok dengan preferensi, gaya hidup, dan kondisi geografis masyarakat lokal.
Bagi masyarakat yang penasaran dan ingin melihat langsung unit New Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista yang penuh cerita sejarah ini, Toyota akan memboyongnya langsung dari Sulawesi dengan tampilan khusus untuk dipamerkan di booth Toyota pada ajang GIIAS 2026, yang akan berlangsung dari 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 mendatang. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot