MANADOPOST.ID—Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulut melakukan pembahasan KUA PPAS APBD 2024, Selasa (8/8).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Fransiscus Silangen ini berlangsung alot. Sejumlah masalah dikritisi personel Banggar.
Salah satunya terkait jadwal pembahasan yang berubah-ubah. Seperti diungkapkan Anggota Banggar Ayub Ali. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku kecewa karena jam pembahasan tak sesuai dengan undangan yang diberikan. "Saya kecewa, undangan berubah-ubah. Mulai jam saja yang ditetapkan berubah. Pasti kan Setwan sudah berkoordinasi dengan pihak TAPD. Tanpa ada informasi ada secara mendadak pelantikan di kantor gubernur. Padahal seharusnya sudah tertata dan teragendakan," ungkap Ayub saat pembahasan, Selasa (8/8) di ruang paripurna.
Dirinya menilai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama jajaran tidak mempunyai semangat untuk menjadikan Sulut ke depan lebih baik. "Ini harusnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Olly Dondokambey-Steven Kandou (ODSK) ini kita hantarkan sampai akhir masa jabatan," tandasnya.
"Visi dan misi yang telah tergambarkan itu harus jadi tanggung jawab kita bermasa. Jadi TAPD harus punya semangat seperti semangat ODSK untuk majukan Sulut," sindirnya. Dirinya bersama anggota Banggar juga mengaku kecewa karena betapa gampangnya mengubah jadwal pembahasan. "Kalau seperti ini, berarti pembahasan menyangkut hajat hidup orang banyak digampangkan juga. Jangan main-main dalam rangka tanggung jawab ini," tuturnya.
Personel Komisi 3 ini meminta agar saling menghormati dalam membahas KUA PPAS tersebut. Sebab, dirinya sebagai wakil rakyat dipilih untuk mengawal APBD apakah itu sudah bersama rakyat atau tidak. "Apakah hanya pentingkan sifatnya hal-hal yang temporer, atau seperti apa, ini sangat merugikan dan bisa dicap buruk. Jadi, saya harap ke depan kalau sudah koordinasi jadwalnya, maka dihormati," pungkasnya. (ctr-09/gel)
Editor : Angel Rumeen