MANADOPOST.ID-Aspirasi masyarakat dan Asosiasi Peternak Babi terkait virus ASF (African Swine Fever) yang menyerang mewabah di beberapa daerah di Sulut, telah diteruskan ke Kementerian Sekretariat Negara.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sulut Herol V Kaawoan (HVK) ketika kunjungan komisi 1.
"Saya tentunya berharap dalam diskusi itu pihak Kementrian Sekretariat Negara RI meneruskan aspirasi yang disampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan semua yang terkait," ujarnya, Senin (14/8).
Selain itu, dirinya juga berharap ada bantuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian terkait untuk bisa mencarikan solusinya dengan cepat terkait vaksin Babi/B2
"Terinformasi vaksin Babi saat ini sementara dalam uji klinis di Kementrian Lingkungan Hidup yang memakan waktu kurang lebih 3 bulan," bebernya.
Untuk itu, dirinya berharap uji klinisnya tersebut dipercepat. "Kasihan kalau ditunggu 3 bulan. Bisa-bisa ternak babi di Sulut akan mati semua," ungkapnya.
Politisi Partai Gerindra ini mengaku, belajar dari pengalaman beberapa tahun lalu di sejumlah daerah di Indonesia, ternak hewan Sapi yang terkena virus (PMK) Penyakit Mulut dan Kuku.
"Kemudian uji klinisnya tidak sampai tiga bulan di kementerian," ucap Bendahara Pemuda Tani Indonesia Sulut. (Ando)
Editor : Angel Rumeen