Dia adalah seorang pejuang pendidikan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membantu kalangan menengah ke bawah yakni kalangan kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak.
Sonya merupakan salah satu koordinator di sebuah organisasi perlindungan anak yang membebaskan anak-anak dari kemiskinan rohani, ekonomi, sosial dan jasmani, serta menampukkan mereka untuk menjadi orang Kristen dewasa yang bertanggung jawab dan bangga akan dirinya sendiri.
Bersama beberapa pengajar lain, Herri Korneles mengasuh kurang lebih 500 anak untuk mendidik dan memberikan kecukupan nutrisi bagi mereka, agar para anak-anak mendapatkan kehidupan yang layak sebagai calon pemimpin di masa depan.
Selain itu, Herri Korneles juga mendedikasikan dirinya sebagai Guru Agama di salah satu SMK di Kota Manado, Pendeta Pelayanan di Gereja Masehi Injili di Minahasa Getsemani Paal 4, bahkan Dosen di salah satu perguruan tinggi di Sulut.
Perempuan asal Kepulauan Gangga Likupang Kabupaten Minahasa Utara, pada usia 12 tahun, usia yang sangat belia namun dengan keberanian dan iman, dia memutuskan untuk meninggalkan orang tua dan kampung halaman menuju ke Likupang melanjutkan sekolah menengah pertama, memperjuangkan agar dirinya mendapatkan pendidikan yang layak. Karena pada waktu itu, tidak ada sekolah menengah pertama di Pulau Gangga tersebut.
Ya, perempuan pemberani ini pun tinggal di Likupang, jauh dari orang tua melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hingga akhirnya, gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen dari Universitas Kristen Tomohon (UKIT) pun diraihnya.
Tak puas dengan pendidikan sarjana, dia bertekad melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi. Alhasil, kuliah Pasca Sarjana di UKIT dan STAKAM membawa Herri Korneles dapat menyabet double degree, yakni Master Theologia dan Master Pendidikan Agama Kristen.
Bak sebuah pepatah ‘Pikiran bukanlah bejana untuk diisi, tetapi api untuk dinyalakan’, begitulah semboyan Herri Korneles, yang terus belajar dan mengais ilmu untuk mendedikasikan yang terbaik dari dirinya pada dunia pendidikan. Tak ayal, Studi Doktor pada IKAT Jakarta bekerjasama dengan STTYB Manado yang dijalani pada tahun 2020 menjadikan Herri lebih profesional hingga menjadi Doktor di tahun 2023 ini.
Mendidik anak di yayasan sosial, guru, dosen dan pendeta serta mendedikasikan diri di dunia pendidikan yang menjangkau banyak anak dari keluarga kurang mampu, menjadikan Herri Korneles memahami bahwa masih ada gap yang besar di dunia pendidikan, masih banyak orang yang perlu mendapatkan pendidikan yang layak. Sehingga dia berkerinduan untuk lebih banyak menjangkau anak-anak agar dapat mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, dengan terjun ke dunia politik.
Bagi dirinya, program pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) sangat baik, tapi belum terealisasi secara merata bagi kalangan yang membutuhkan. Sehingga dia berkerinduan untuk masuk dalam politik dengan tujuan dapat membantu lebih banyak orang. Dengan menjadi anggota dewan, tentu saja pendidikan berkualitas bisa didorong melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan APBN.
Menurut istri dari Ir Luther Mappadang MT, jika ingin mengubah nasib seseorang, maka didiklah orang tersebut.
“Karena ketika dia mendapat pendidikan yang layak, maka akan mampu untuk mengubah nasibnya dan keluar dari jerat kemiskinan. Pendidikan yang berkualitas dapat menjadikan bangsa yang berkualitas,” kata Herri dengan lantang.
Selain itu, dia berharap jika ke depan, dirinya dapat memperjuangkan peningkatan kualitas dari tenaga pendidik, serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para guru.
“Saya berharap nantinya dapat memperjuangkan kualitas guru lewat training seperti pelatihan softskill juga pendidikan karakter. Agar para guru dapat mendidik siswa dengan karakter dan juga ketrampilan, sehingga menghasilkan siswa yang berkualitas. Disamping itu, kesejahteraan guru menjadi fokus saya, dimana mereka para Guru Tenaga Harian Lepas (THL) bisa mendapatkan penghasilan yang layak lewat APBD dan dapat fokus mengajar di sekolah untuk mencerdaskan para siswa,” jelas ibu dua anak ini.
Terjun dalam dunia politik dengan membawa misi pendidikan, bagi Herri itu merupakan hal yang krusial dalam pembentukan karakter. Sehingga dia harus berada pada wadah yang tepat untuk memperjuangkan visi yang dia dambakan. Sebab itu, dia memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai wadah untuk menyalurkan setiap ide dan gagasannya. Sehingga partai ini pun mencalonkan Herri Kornelis sebagai bakal calon anggota legislatif utusan PSI dari daerah pemilihan (dapil) Tikala-Paal 2 dengan nomor urut 2 (dua).
“Bergabung dengan PSI, saya merasa bahwa saya berada pada wadah yang tepat. Pertama saya melihat di PSI dengan DNA yang sangat jelas anti korupsi dan intoleransi, tidak ada mahar politik. Itu sudah sejalan dengan panggilan saya untuk mengabdi,” urai Herri Korneles.
Memiliki anak, suami dan keluarga besar yang support terhadap pilihannya, menjadikan Herri semakin yakin akan jalan politik yang dia tempuh. Ini merupakan keberanian yang harus dia pilih untuk tujuan yang lebih besar dan mulia untuk memajukan dunia pendidikan melalui partai politik hingga mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Manado. Dia meyakini bahwa ketika dia melangkah dengan iman, Tuhan pasti buka jalan, bahkan hidupnya dapat menjadi berkat bagi orang lain.
“Melangkah dalam iman, itu merupakan suatu pelajaran terbesar dalam hidup saya, sehingga jika sampai saat ini saya diberikan berkat dan berkecukupan, maka biarlah itu juga untuk menjadi berkat bagi orang lain,” kunci Herri Korneles. (desmi)
Editor : Tanya Rompas