MANADOPOST.ID— Genderang 'perang' di pemilihan wali kota (Pilwako) Kotamobagu mulai ditabuh. Sejumlah politisi, birokrat bahkan pengusaha mulai menyiapkan kuda-kuda untuk menarik dukungan dan tiket sebagai calon wali kota dan wakil wali kota.
Jika mengacu pada hasil pemilihan legislatif (Pileg) yang telah dilaksanakan pleno rekapitulasi, ada tiga partai yang sudah mengantongi tiket untuk mengusung calon. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki golden tiket mengusung calon di Pilwako, karena mendapatkan 9 kursi di DPRD.
Kemudian tiket lainnya didapatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meraih 5 kursi.
Disisi lain, jika ingin mengusung calon, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Golongan Karya (Golkar) harus membangun koalisi. Sebab, berdasarkan persyaratan kursi yang didapatkan ketiga partai ini tidak memenuhi 20 persen dari 25 kursi yang dipersyaratkan.
Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendapatkan 4 kursi, Partai Hanura 3 kursi dan Golkar 2 kursi.
Lalu siapa saja yang berpeluang mengendarai DB 1 K?. Sebagai partai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) 2024, PDIP dipastikan akan menurunkan kader terbaiknya. Bahkan, beredar kabar golden tiket yang dimiliki PDIP sudah dikunci Ketua DPC PDIP Kotamobagu Meiddy Makalalag. Pasalnya, bersama Mekal -sapaan akrabnya,- suara partai berlambang banteng moncong putih ini naik signifikan.
Namun, bukan PDIP namanya kalau tidak menyiapkan calon alternatif. PDIP juga masih memiliki figur potensial yakni Nayodo Koerniawan. Mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu ini, memiliki basis massa yang jelas. Sehingga banyak warga yang mendorong Nayodo untuk bertarung di Pilwako.
Selain itu, ada juga nama mantan Sekretaris Pemerintah Kotamobagu Sande Dodo yang saat ini terpilih menjadi anggota legislatif dan Titi Jonatan Gumulili yang merupakan pengusaha sukses di Kotamobagu.
Sebagai penantang yang sama-sama memiliki tiket di Pilwako, PKB juga telah menyiapkan kader-kader terbaiknya. Ketua PKB Kotamobagu Jusran Mokolanot merupakan kandidat kuat yang bisa diusung partai.
Bersanding dengan sang ketua partai, ada juga nama Wenny Gaib dan Muliadi Paputungan.
Beralih ke Partai NasDem. Sejumlah kader juga disiapkan partai yang berjargon restorasi ini.
Nama Ketua Partai Nasdem Kotamobagu Syarifuddin Mokodongan bakal dipersiapkan dalam Pilwako 2024. Selain itu, ada Anggota DPR RI Kamran Muchtar dan anggota DPRD Provinsi Sulut Alfian Bara serta Nasrun Koto. Selain itu, yang patut diperhitungkan dalam Pilwako ini adalah Partai Hanura.
Dibawa kepemimpinan Agus Suprijanta, Hanura berhasil mendapatkan 3 kursi di DPRD Kotamobagu. "Hanura memberikan rekomendasi Agus Suprijanta, legislator 4 periode DPRD Kotamobagu sebagai calon wali kota," ujar Ketua Hanura Sulut Reynold Wuisan.
Disisi lain, meski cost politic yang mahal, Golkar juga masih berpeluang untuk mengusung calon. Sebab, Golkar harus meyakinkan sejumlah partai untuk menggunakan kadernya dalam koalisi. Sejumlah nama diantaranya Aditya Anugerah Moha (ADM), Raski Mokodompit, Herdy Korompot dan Eka Mashoeri berpeluang diusung Partai Golkar dalam kontestasi Pilwako.
Sementara itu, yang patut diperhitungkan di Pilwako Kotamobagu adalah hadirnya sejumlah birokrat handal. Nama Penjabat Wali Kota Kotamobagu Dr Asripan Nani MSi dielus-eluskan masyarakat untuk mencalonkan diri di Pilwako.
Sebab, dimasa kepemimpinannya, Kotamobagu terus menanjak dan kerap mendapatkan prestasi. Selain itu, ada juga nama Tahlis Gallang SIP MM. Mantan Sekretaris Kota Kotamobagu ini adalah figur paling realistis untuk maju di Pilwako.
Sebab kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulut ini telah berhasil menaikkan prestasi dan memperbaiki sistem birokrasi di 3 daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Apalagi Tahlis merupakan sosok yang sangat berpengaruh di Kotamobagu.
Terakhir di kalangan birokrat ada nama Abdullah Mokoginta. Pasalnya, semenjak menjabat Plt Sekretaris Kabupaten Bolmong, Abdullah kerap dikaitkan dengan Pilwako Kotamobagu. Apalagi, sosok yang pernah menjadi Karo Administrasi Pemprov Sulut merupakan tokoh masyarakat yang sangat disegani di Kotamobagu.
Lalu bagaimana peluang kalangan pengusaha di Pilwako Kotamobagu?. Dilengkapi dengan kekuatan finansial untuk membiayai pencalonan, pastinya kalangan pengusaha kerap diburu partai politik. Di Kotamobagu, ada sejumlah nama pengusaha yang diincar partai politik, diantaranya Suryani Soepredjo Mokoagow, Samuel Porung, David Budiman dan Norma Ali Paputungan.
Suryani Soepredjo merupakan pengusaha yang paling berpeluang dalam kontestasi Pilwako ini. Pasalnya, kakak kandung dari Mantan Bupati Bolmong Dra Yasti Soepredjo Mokoagow ini akhir-akhir ini mulai dilirik partai politik. Peluang yang sama juga dimiliki Samuel Porung. Bendahara Sinode GMIBM ini mempunyai peluang paling besar merapat ke PDIP.
David Budiman juga mempunyai peluang besar. Apalagi, sejak Pemilihan wali kota tahun 2013 dan tahun 2018, nama David Budiman sudah digadang-gadang menjadi salah satu kandidat. Pengusaha pemilik Dragon Swalayan ini, menjadi salah satu tokoh muda yang diperhitungkan.
Kedekatannya dengan para tokoh masyarakat, agama, dan pemuda di Kotamobagu, membuat namanya melejit di bursa calon wali kota. Terakhir, ada nama Norma Ali Paputungan. Di kalangan emak-emak, sosok pengusaha butik ini sudah sangat dikenal.
Pengamat Politik Kotamobagu Derek Panambunan mengungkapkan sebagai pusat pemekaran Bolmong Raya, Pilwako Kotamobagu memiliki gengsi tersendiri. Katanya, kehadiran sejumlah figur yang menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan wali kota menunjukkan betapa pentingnya posisi tersebut dalam dinamika politik lokal.
“Banyaknya figur yang siap bertarung mencerminkan minat dan keinginan kuat untuk berkontribusi dalam memimpin dan mengembangkan Kota Kotamobagu,” ujar Derek.
Ia juga mengatakan bahwa persaingan politik dalam pemilihan wali kota Kotamobagu diprediksi superketat. Hal ini mengingat munculnya beragam figur yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda.
“Tentunya masyarakat Kota Kotamobagu diharapkan untuk memperhatikan dengan seksama profil dan visi para calon wali kota yang akan bertarung dalam pemilihan mendatang. Keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab dalam memilih pemimpin adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik bagi Kota Kotamobagu,” imbaunya.
Ketua KPU Kotamobagu Mishard Manoppo mengungkapkan tahapan Pilkada Bolmong sudah dimulai. Dalam tahapan tersebut, dimulai dengan rencana pendaftaran pasangan perseorangan pada Mei 2024. Kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran pasangan calon dari partai politik pada Agustus 2024. “Pemungutan suara akan dilaksanakan 27 November 2024 mendatang,” tutupnya. (kly)
Kursi Legislatif DPRD Kotamobagu 2024-2029:
PDIP 9
PKB 5
NasDem 4
Hanura 3
Golkar 2
Demokrat 1
PPP 1
Jumlah 25 Kursi
Sumber: KPU
Figur Potensial Kans Maju Pilwako Kotamobagu 2024:
PDIP
Meiddy Makalalag
Nayodo Koerniawan
Sande Dodo
Titi Jonatan Gumulili
NasDem
Alfian Bara
Syarifuddin Mokodongan
Kamran Muchtar
Nasrun Koto
Golkar
Djelantik Mokodompit
Rasky Mokodompit
Herdy Korompot
Eka Mashoeri
PKB
Jusran Mokolanot
dr Wenny Gaib
Muliadi Paputungan
Hanura
Agus Suprijanta
PD
Ir Siswa Rachmat Mokodongan
Birokrat:
Dr Asripan Nani MSi
Abdullah Mokoginta SH
Tahlis Gallang SIP MM
Pengusaha
Suryani Soepredjo Mokoagow
Samuel Porung
David Budiman
Norma Ali Paputungan