Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jeane Laluyan Beber Aspirasi Warga Manado, Ini Penyampaiannya

Baladewa Setlight • Kamis, 1 Mei 2025 | 18:41 WIB
Jeane Laluyan
Jeane Laluyan

MANADOPOST.ID — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jeane Laluyan, kembali menunjukkan komitmennya menyuarakan aspirasi masyarakat Kota Manado.

Dalam forum resmi, legislator dari PDI Perjuangan ini mengurai beragam keluhan warga dari berbagai kecamatan, mulai dari pendidikan vokasional hingga persoalan drainase dan konflik pertanahan konservasi.

Dari wilayah pesisir Kecamatan Bunaken, Jeane menyampaikan aspirasi kuat masyarakat agar pemerintah segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jurusan pariwisata.

Hal ini dinilai penting sebagai langkah strategis mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di sektor unggulan Sulut.

“Pariwisata adalah masa depan Sulawesi Utara. Tapi tanpa tenaga kerja terampil dan pendidikan yang memadai, kita hanya jadi penonton. Warga Bunaken berharap SMK pariwisata bisa segera diwujudkan di wilayah mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, keluhan datang dari jantung Kota Manado, tepatnya lingkungan IV Kelurahan Dendengan Luar, Kecamatan Paal Dua.

Warga mengeluhkan sistem drainase yang kerap tersumbat dan menyebabkan banjir saat musim hujan.

Jeane mendesak agar pemerintah turun tangan melakukan perawatan berkala.

“Sistem drainase bukan hanya proyek fisik semata, ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Jika dibiarkan tersumbat, risiko banjir akan terus menghantui masyarakat,” tegasnya.

Masalah lain yang tak kalah kompleks muncul dari Kelurahan Maasing.

Masyarakat di sana mempertanyakan status tanah yang masuk dalam kawasan konservasi, tetapi tak dapat dimanfaatkan.

Jeane menyebut perlunya dialog terbuka antara warga, BPN, dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Warga sudah lama mempersoalkan tanah yang disebut konservasi tapi tidak ada fungsi ekologis yang jelas. Kalau memang tidak bisa dimanfaatkan masyarakat, untuk apa dikonservasi? Pemerintah harus hadir menjembatani persoalan ini agar tidak jadi konflik berkepanjangan,” jelasnya.

Sementara itu, dari Kecamatan Sario, Jeane membawa suara warga terkait keberadaan pohon besar di sepanjang Jalan Flamboyan yang dianggap berpotensi membahayakan pemukiman warga saat cuaca ekstrem.

“Ketika hujan dan angin kencang datang, warga hidup dalam kekhawatiran. Saya meminta instansi terkait untuk memangkas atau menebang pohon yang dianggap membahayakan, sebelum menimbulkan korban,” kuncinya. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#PDI Perjuangan #Jeane Laluyan #Kota Manado #DPRD Sulut