MANADOPOST.ID—Ketua Pansus DPRD Sulut Amir Liputo yang membahas LKPJ Gubernur Tahun 2024 menguraikan, selama proses pembahasan, pansus ikut turun ke lapangan.
Untuk memastikan program yang dilaporkan SKPD benar dilakukan. Bahkan Liputo bercerita, dia yang beragama Muslim mendatangi langsung kandang babi untuk mengecek apa benar ada bantuan peternakan.
“Pansus datang langsung ke masyarakat untuk melihat bantuan yang dilaporkan SKPD saat pembahasan. Saya juga meski seorang Muslim, tapi ikut datangi kandang b-one (babi),” beber Liputo.
Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD yang dihadiri Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay ini, Liputo juga menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait peternakan.
Di antaranya DPRD merekomendasikan agar dinas fokus pada program yang berdampak langsung terhadap peningkatan produksi pertanian dan peternakan, termasuk penyediaan bantuan sarana produksi (benih, pupuk, bibit ternak, dan pakan) secara merata di semua kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara.
“DPRD berharap dinas perlu memfasilitasi peternak babi dalam mengakses bantuan modal lewat penyaluran anak babi (bocil) unggul, pakan berkualitas, serta membina koperasi atau kelompok ternak guna memperkuat daya saing, dikarenakan Sulawesi Utara termasuk 5 besar daerah ternak babi terbesar di Indonesia. Dinas juga diminta mendukung pengembangan industri olahan daging babi serta menciptakan akses pasar lokal, regional, dan ekspor melalui kemitraan dan promosi,” kata Liputo.
DPRD pun merekomendasikan untuk memperluas lahan produktif, mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan, serta meningkatkan cadangan pangan strategis guna mengantisipasi potensi krisis pangan dan fluktuasi harga.
Kemudian perlu adanya perencanaan dan pelaksanaan yang lebih optimal dalam pembangunan irigasi, jalan usaha tani, serta fasilitas pasca panen yang mendukung produktivitas dan efisiensi distribusi hasil pertanian dan peternakan.
DPRD juga merekomendasikan dinas untuk membangun sistem pendataan berbasis digital dan akurat terkait luas tanam, populasi ternak, distribusi pupuk, serta ketersediaan komoditas, guna mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
DPRD merekomendasikan mendorong pengembangan industri olahan pertanian dan peternakan lokal serta memperluas akses pasar, baik melalui kemitraan, koperasi petani/peternak, maupun pemanfaatan platform digital.
Dinas direkomendasikan untuk secara berkala melaksanakan pelatihan teknis budidaya ternak, manajemen usaha, serta pelatihan pengolahan hasil ternak untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peternak.
DPRD merekomendasikan pengadaan alsintan dan bantuan bagi kelompok tani agar anggarannya diperbesar/ditingkatkan dari anggaran tahun sebelumnya.
DPRD merekomendasikan agar mendapatkan perhatian khusus bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan pangan. Dinas Pertanian dapat menambah program-program bantuan pertanian di wilayah Bolaang Mongondow Raya, dikarenakan sebagian besar wilayah ini merupakan wilayah pertanian.(gel)
Editor : Angel Rumeen