MANADOPOST.ID—Jaringan lemah, listrik tak stabil, dan UMKM yang tertinggal jadi sorotan utama Komisi VI DPR RI saat berkunjung ke Papua Barat Daya. Hal ini juga disuarakan Legislator Christiany Eugenia Paruntu yang tak ingin daerah termuda ini terus dipinggirkan, apalagi dalam hal infrastruktur dasar yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
“Kita lihat sendiri, masih banyak wilayah yang belum tersentuh jaringan telekomunikasi. Telkom harus turun langsung bangun BTS sampai ke desa-desa, jangan hanya di kota,” kata anggota DPR RI asal Sulawesi Utara (Sulut) ini.
Perempuan yang akrab disapa Tetty ini datang bersama rombongan Komisi VI, membawa serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan, PLN, Telkom, dan BRI. Tujuannya satu: mendorong percepatan pembangunan di Papua Barat Daya lewat kolaborasi konkret antar-lembaga.
Menurutnya, membangun BTS bukan sekadar urusan sinyal ponsel. Ini menyangkut masa depan pendidikan, layanan publik, hingga tumbuhnya ekonomi digital. “Tanpa jaringan, masyarakat akan terus tertinggal. Ini soal keadilan akses,” ujarnya tegas.
Tak hanya Telkom, Tetty juga menagih komitmen PLN untuk memperluas jaringan listrik hingga pelosok, yang jadi prasyarat utama digitalisasi. Sementara BRI didorong aktif menggerakkan UMKM lokal agar bisa naik kelas lewat e-commerce dan layanan keuangan digital.
“Semua harus sinergi. Kalau listriknya dibangun, jaringannya ada, dan UMKM-nya dikawal, baru bisa tumbuh ekonomi kerakyatan. Jangan kerja sendiri-sendiri,” ucapnya.
Ia menutup dengan ajakan agar semua janji dalam kunjungan ini segera diwujudkan. “Kita datang bukan hanya untuk dengar keluhan, tapi untuk bekerja sama bangun Papua Barat Daya dengan hati dan tanggung jawab,” pungkasnya. (fgn)
Editor : Foggen Bolung