MANADOPOST.ID- Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara (Sulut), Tatong Bara langsung mematok target besar untuk Pemilu 2029.
Tak tanggung-tanggung, mantan Wali Kota Kotamobagu itu menargetkan 1 kursi di DPR RI, 1 fraksi utuh di DPRD Provinsi Sulut, 1 fraksi di seluruh DPRD kabupaten/kota.
Hal itu diserukannya dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), sekaligus pengukuhan pengurus DPW Sulut dan DPD di 15 kabupaten/kota.
Menurut Tatong, target besar tersebut telah disepakati DPW PSI Sulut. Dirinya meyakini target itu bisa tercapai dengan kerja kolektif, penguatan struktur organisasi, serta konsolidasi yang solid.
“Kami sangat optimistis target Pemilu 2029 dapat diwujudkan bersama. Ini membutuhkan kerja nyata dan penguatan struktur organisasi dari tingkat DPW hingga DPC," kata Tatong.
Tatong juga memaparkan sejumlah capaian PSI di Sulut pada pemilu lalu. PSI mendapat 1 kursi di DPRD Provinsi, 1 DPRD Kota Manado, 1 Kabupaten Minahasa Utara dan juga Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Capaian ini bukan akhir. Tetapi awal dari perjuangan PSI di Sulut,” tegasnya.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali merespon baik target dari Tatong tersebut. Menurutnya, target itu realistis jika diperjuangkan dengan kesungguhan.
Dikatakan Ahmad Ali, Sulut memiliki modal politik yang besar. Karena kedekatan emosional rakyat Sulut dengan sosok Presiden Prabowo.
"Harus bangga karena Presiden kita Pak Prabowo adalah orang Sulawesi Utara," tandasnya.
Dirinya juga menyinggung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dikatakannya, Jokowi sangat dicintai masyarakat Sulut.
"Masyarakat Sulut tidak mudah lupa. Kami berharap kader PSI di Sulut terus menyuarakan kerja-kerja besar Jokowi agar tidak dikapitalisasi oleh partai-partai tertentu,” pungkasnya.
Tak hanya itu saja, dirinya juga menyinggung hubungan Presiden Prabowo dan Jokowi. Dikatakannya, Prabowo sudah menegaskan bahwa Jokowi begitu berjasa.
"Dan Pak Jokowi adalah guru politik Pak Prabowo. Inilah dua orang sahabat yang akhir-akhir ini banyak orang sedang berusaha memisahkan mereka.
Padahal dua sahabat ini sadar betul bahwa kelompok yang mengadudomba hanya akan melemahkan bangsa Indonesia.
Karena kalau ini terus dilakukan, bangsa Indoensia tak pernah akan maju," pungkasnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas