Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Manado, Anggota Bawaslu RI Herwyn J Malonda Tatar Pengawas Pemilu yang Profesional Berintegritas dan Adaptif

Julius Laatung • Kamis, 18 Desember 2025 | 13:05 WIB
Anggota Bawaslu RI Herwyn J Malonda , terus menggencarkan kegiatan peningkatan SDM demi terwujudnya Pemilihan Umum yang berkualitas dan berintegritas. Dok istimewa
Anggota Bawaslu RI Herwyn J Malonda , terus menggencarkan kegiatan peningkatan SDM demi terwujudnya Pemilihan Umum yang berkualitas dan berintegritas. Dok istimewa

MANADOPOST.ID--Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu dengan menggelar program Bawaslu Membelajarkan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (17/12/2025)

Kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu ini berlangsung selama tiga hari, 15–17 Desember 2025, bertempat di Hotel Peninsula Manado.

Program tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. 

Kehadiran Gubernur Yulius menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan profesionalisme, integritas, dan kualitas pengawasan pemilu yang semakin kompleks di era demokrasi modern.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Herwyn J. H. Malonda, menegaskan bahwa Bawaslu Membelajarkan merupakan bagian dari transformasi kelembagaan Bawaslu sebagai lembaga pembelajar demokrasi, bukan sekadar pengawas administratif.

“Pengawas pemilu harus terus belajar dari pengalaman, memperkuat kapasitas keilmuan, serta menanamkan nilai etika demokrasi. Tantangan pengawasan ke depan semakin kompleks dan tidak bisa dihadapi hanya dengan pendekatan prosedural,” ujar Herwyn.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Bawaslu Membelajarkan di Manado merupakan puncak dari rangkaian nasional yang sebelumnya digelar di Medan dan Bali. 

Di Medan, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan metodologi pengawasan berbasis data dan pencegahan risiko. Sementara di Bali, penekanan diberikan pada penguatan nilai, etika, kepemimpinan, dan inovasi pengawasan. 

Manado kemudian menjadi ruang konsolidasi nasional untuk refleksi praktik pengawasan Pemilu 2024 sekaligus perumusan arah kebijakan strategis pengawasan pemilu ke depan.

Menurut HJM sapaan akrabnya, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis pengawasan, tetapi juga bertujuan membangun budaya belajar berkelanjutan di tubuh Bawaslu. Integrasi pengetahuan, keterampilan, dan nilai etika demokrasi diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pengawas pemilu yang profesional, berani, dan dipercaya publik.

Kegiatan Bawaslu Membelajarkan melibatkan tim penilai yang terdiri dari tokoh nasional dan akademisi kepemiluan. Berbagai narasumber dari unsur penyelenggara pemilu, akademisi, praktisi hukum, media, serta masyarakat sipil turut dihadirkan untuk memperkaya perspektif peserta.

Sekitar 500 peserta perwakilan Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring, termasuk mahasiswa dan pegiat pemilu di Sulawesi Utara.

Melalui program ini, Bawaslu RI menegaskan komitmennya membangun pengawas pemilu yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan, sebagai kunci terwujudnya pengawasan pemilu yang adil, kredibel, dan demokratis.(yol)

Editor : Julius Laatung
#Herwyn Malonda #MANADO #pemilu #HJM #pengawas pemilu #bawaslu ri #demokrasi