MANADOPOST.ID — Partai Demokrat kian memantapkan langkah konsolidasi internal sebagai fondasi memperkuat mesin organisasi dan kesiapan menghadapi kontestasi politik ke depan.
Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), upaya itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Pendidikan Politik yang digelar di Sutan Raja Hotel, Amurang, Jumat (19/12/2025).
Forum strategis ini dihadiri lengkap oleh 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting, serta jajaran elite partai dan pemerintah daerah.
Turut hadir Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW), Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara Mor Dominus Bastiaan, dan Ketua DPC Partai Demokrat Minsel Royke Sondakh (Roso).
Rakercab ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi menyeluruh, menegaskan keseriusan Demokrat Minsel membenahi diri dari hulu ke hilir.
Ketua DPC Demokrat Minsel Royke Sondakh secara terbuka mengakui masih adanya pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan seluruh kader dan pengurus. Ia menegaskan, konsolidasi tidak boleh setengah hati.
“Saya menargetkan lima kursi legislatif di DPRD Minsel, tetapi hasilnya kita baru mampu meraih tiga kursi. Itu pun lebih karena kapasitas personal tiga legislator. Peran pengurus dalam mengawal dan memenangkan caleg belum maksimal. Ini harus menjadi bahan evaluasi serius,” tegas Roso.
Menurutnya, Demokrat Minsel masih memiliki ruang lima tahun ke depan untuk berbenah, memperkuat barisan, serta menata ulang strategi politik yang lebih terukur dan solid.
Rakercab dan pendidikan politik ini, lanjut Roso, dirancang untuk memperkokoh solidaritas, memperdalam ideologi partai, serta menyatukan langkah pengurus, PAC, ranting, dan para tokoh berjasa dalam membangun Demokrat di Minsel.
“Kita ingin Demokrat hadir bukan sekadar sebagai partai, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun Minsel,” ujarnya.
Disisi lain, Bupati Minsel Franky Donny Wongkar menekankan pentingnya keselarasan politik antara partai dan pemerintah daerah. Menurutnya, Rakercab menjadi momentum evaluasi program sekaligus perumusan agenda partai tahun 2026.
“Kita bersyukur Partai Demokrat Minsel sudah berkontribusi nyata dalam pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Yang terpenting, kita harus tetap sejalan. Kalau saling gontok-gontokan, pembahasan anggaran bisa terhambat dan pembangunan ikut tersendat,” tegasnya.
FDW juga mengingatkan seluruh pengurus dan kader untuk memahami regulasi politik secara utuh, agar hak dan kewajiban politik dapat dijalankan secara bertanggung jawab.
“Saya bersyukur AD/ART Demokrat Minsel berlandaskan nilai religius. Ini menjadi kompas moral dalam menjalankan roda organisasi dan memacu etos kerja pengurus,” tambahnya.
Ia berharap Demokrat terus menjadi penggerak partisipasi politik rakyat dan berkontribusi meningkatkan indeks demokrasi di Minahasa Selatan.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Mor Dominus Bastiaan menegaskan bahwa Rakercab merupakan amanat langsung AD/ART partai dan tindak lanjut dari Rakerda tingkat provinsi.
“Rakerda sudah kita lakukan di tingkat provinsi. Rakercab ini adalah kelanjutannya. Tujuannya satu: menyinkronkan visi, tujuan, dan langkah politik partai hingga ke akar rumput,” kata Mor.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap capaian yang belum sesuai target, sekaligus penyusunan program strategis ke depan.
“Tidak sering seluruh kader bisa berkumpul seperti ini. Karena itu, Rakercab harus dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas dan mengidentifikasi potensi politik ke depan,” ujarnya.
Mor, yang mengaku telah bergabung dengan Demokrat sejak 2003, menegaskan optimisme penuh menghadapi Pemilu mendatang.
“Kalau Pemilu kita menangkan, maka Pilkada tinggal selangkah lagi. Demokrat pernah diterpa badai, tetapi yel-yel setia harus tertanam kuat. Ketua umum kita satu, hanya AHY,” tegasnya.
Mor juga menegaskan sikap politik Demokrat yang saat ini mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran di tingkat nasional. Di tingkat provinsi, Demokrat Sulut siap mendukung Gubernur Yulius Selvanus.
Khusus di Minsel, Mor memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader dan anggota fraksi Demokrat untuk mendukung penuh program Bupati FDW.
“Sinergi dengan pemerintah daerah adalah kunci. Tujuannya satu: rakyat Minsel harus sejahtera. Pak FDW adalah orang baik, dan koordinasi partai harus terus diintensifkan,” pungkas Mor. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight